Huntara bagi korban banjir, sehingga seluruh unit dapat digunakan sebelum bulan suci Ramadhan yang diperkirakan jatuh pada 17 atau 18 Februari 2026. (Foto: dialeksis)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
ACEH UTARA – Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Utara menekankan agar Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mempercepat pembangunan hunian sementara (Huntara) bagi korban banjir, sehingga seluruh unit dapat digunakan sebelum bulan suci Ramadhan yang diperkirakan jatuh pada 17 atau 18 Februari 2026.
Ketua DPRKAceh Utara, Arafat Ali, menyoroti kondisi ini. "Selebihnya belum rampung. Bahkan ada titik yang baru 10 persen pembangunannya. Waktu kerja praktis sepekan lagi," ujarnya, Senin (9/2/2026).
Arafat menekankan pentingnya kualitas bangunan, agar para korban banjir dapat menjalani ibadah sahur, tarawih, dan berbuka puasa dengan layak, bukan di tenda pengungsian yang sempit.
Selain percepatan Huntara, Arafat meminta kementerian terkait mengerahkan alat berat tambahan untuk memulihkan infrastruktur dasar yang masih rusak pascabencana, termasuk jalan dan jembatan.
"Jika seluruh infrastruktur selesai, masyarakat dapat bangkit mencari sumber pendapatannya sendiri," tambahnya.
Kritik juga dialamatkan pada lambannya realisasi program kementerian di lapangan, seperti program padat karya pertanian untuk membersihkan lumpur persawahan, yang hingga kini belum berjalan optimal.
Hingga kini, ribuan warga Aceh Utara menaruh harapan agar rehabilitasi dan rekonstruksi tuntas tepat waktu, sehingga mereka bisa menyambut Ramadhan di hunian yang lebih layak.*
(k/dh)
Editor
: Nurul
Hanya Sisa Sepekan, DPRK Aceh Utara Tekan BNPB Agar 2.449 Huntara Siap Dihuni Sebelum Bulan Suci