Bupati Batu Bara Perkuat Sinergi Pembangunan Daerah Bersama Bupati Asahan dan Dirut Bank Sumut
ASAHAN Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., melaksanakan pertemuan strategis bersama Bupati Asahan dan Direktur Utama Bank
PEMERINTAHAN
JAKARTA– Perhimpunan Persatuan Aksi Solidaritas untuk Transparansi dan Independensi Indonesia (PASTI Indonesia) menggelar konferensi pers di Malacca Toast Juanda, Jakarta Pusat, untuk mengungkap kasus yang menimpa anak berusia 9 tahun berinisial K.
Kasus ini mencakup dugaan korupsi yayasan, diskriminasi pendidikan, kekerasan psikis, fitnah publik, dan black campaign yang diduga dilakukan oleh pihak sekolah dan yayasan terkait.
Direktur PASTI Indonesia, Arlex, menegaskan bahwa kasus ini berawal dari kritik ayah K terhadap pembangunan Gereja Kalam Kudus Sorong senilai lebih dari Rp 10 miliar pada 2018, yang dianggap tidak transparan.Baca Juga:
"Fitnah tidak boleh dibiarkan. Keadilan tidak boleh ditunda. Perlindungan anak tidak boleh dinegosiasikan," kata Arlex.
Diskriminasi Pendidikan dan Kekerasan Psikis
K dikeluarkan dari SD Kristen Kalam Kudus Sorong pada 13 Juni 2025, ditolak pendaftaran ulang pada 7 Juli 2025, dan ketika pindah ke Shine School, datanya ditahan sehingga kehilangan hak mengikuti ujian ANBK pada 23–27 Agustus 2025.
Hasil pemeriksaan psikologis resmi (8–13 Oktober 2025) menunjukkan K mengalami Post-Traumatic Stress Disorder (PTSD) akibat perilaku guru yang mempermalukan K di depan teman-temannya dengan menyebutnya "contoh buruk" dan bertanya "Malu kah tidak? Malu toh?"
Selain itu, pihak sekolah menuduh K malas, sering terlambat, dan absen. Tuduhan ini disebarkan melalui konferensi pers pada 20 Januari 2026, yang menurut PASTI Indonesia menjadi bagian dari black campaign yang memperburuk kondisi psikologis K.
Jalur Hukum Diduga Terhalang
Upaya hukum keluarga korban disebut terhambat. Laporan ITE ditutup dengan SP3 pada 9 Agustus 2025. Laporan perlindungan anak ditutup dengan SP2Lid pada 4 Desember 2025 meskipun ada bukti PTSD.
Laporan intimidasi massa pada 13 Desember 2025 juga ditolak.
PASTI Indonesia menilai kepolisian, termasuk Polda Papua Barat Daya, tidak bersikap netral dan bahkan diduga menyebarkan narasi yang merugikan keluarga korban, sehingga proses hukum menjadi terhambat.
Harapan PASTI Indonesia
Arlex berharap pemerintah, khususnya Kepolisian, lebih serius menangani kasus ini. "Ini bukan soal materi, tapi proses pendidikan anak yang harus dilindungi.
Polisi harus menegakkan keadilan dan jika ada oknum yang menutup mata, pertanggungjawaban harus ditegakkan," ujarnya.
Kasus K menjadi sorotan penting bagi perlindungan anak dan integritas lembaga pendidikan di Indonesia, sekaligus menjadi ujian reformasi Polri dalam memastikan hukum dapat dijalankan secara adil.*
(dh)
ASAHAN Bupati Batu Bara H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., melaksanakan pertemuan strategis bersama Bupati Asahan dan Direktur Utama Bank
PEMERINTAHAN
LANGKAT Momen Lebaran tahun ini dimanfaatkan sebagai ajang mempererat silaturahmi oleh zuriat Sultan Langkat. Mereka mengunjungi Sekreta
POLITIK
BINJAI Hadyan Haqqul Yaqin Siregar mengapresiasi langkah cepat yang dilakukan Polres Binjai melalui Satuan Reserse Narkoba (Satres Narko
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDA ACEH Ikatan Cendekiawan Muslim seIndonesia (ICMI) Organisasi Wilayah (Orwil) Aceh menggelar Peusijuek Balee dan Halal Bi Halal (H
AGAMA
MANDAILING NATAL Bupati Mandailing Natal (Madina), H. Saipullah Nasution, menekankan pentingnya melestarikan tradisi lubuk larangan, yan
SENI DAN BUDAYA
JAKARTA Pengamat energi Komaidi Notonegoro menilai elektrifikasi rumah tangga dan transportasi melalui kompor listrik dan kendaraan list
EKONOMI
JAKARTA Presiden Indonesia, Prabowo Subianto, berangkat ke Jepang dalam rangka memenuhi undangan Kaisar Naruhito. Kunjungan ini dijadwal
POLITIK
LOS ANGELES Ribuan orang turun ke jalan di pusat kota Los Angeles (LA), Amerika Serikat, dalam aksi protes besarbesaran bertajuk No Ki
INTERNASIONAL
JAKARTA Tersangka kasus tudingan ijazah palsu Presiden ke7, Joko Widodo (Jokowi), Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa mengaku dibujuk a
POLITIK
AUSTRALIA Warga di barat laut Australia dibuat ngeri ketika langit tibatiba berubah merah darah saat Siklon Narelle menerjang wilayah S
INTERNASIONAL