Presiden Prabowo Subianto saat peresmian dan groundbreaking 1.179 SPPG serta peresmian 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri di Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026). (foto: tangkapan layar yt setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa bangsa Indonesia menghadapi gangguan dari pihak luar yang mencoba menurunkan moral dan memengaruhi persepsi masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan saat peresmian dan groundbreaking 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta peresmian 18 Gudang Ketahanan PanganPolri di Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).
"Kita diganggu, kita tahu diganggu, jangan dikira kita nggak tahu diganggu. We are not stupid. Ini saya bicara sama mereka-mereka itu. Please dear friends, Indonesia are not stupid, we know what's happening," ujar Prabowo.
Ketua umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu menyebut, pihak yang menjelek-jelekkan Indonesia takut melihat negara ini kuat dan rakyatnya sejahtera.
"Kita tahu siapa yang biayai gerakan-gerakan menjelek-jelekan bangsa Indonesia karena mereka takut kita kuat, mereka takut kita sejahtera," lanjutnya.
Prabowo menegaskan bahwa fokus pemerintah bukan pada konfrontasi dengan negara lain, tetapi pada peningkatan kesejahteraan rakyat.
"Hanya itu yang kita inginkan. Dan kita ingin buktikan ekonomi kita akan bangkit, mereka tidak tahu ini. Ada ahli-ahli ekonomi nggak jelas dari mana itu, selalu turunkan moril. Saya mau tanya, kamu itu warga negara mana?" katanya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyoroti indikator ekonomi domestik yang membaik.
"Konsumsi rumah tangga tertinggi, tidak ada yang komentar baik. Penerimaan pajak bulan ini konon katanya naik tertinggi selama beberapa tahun. Tapi kita tidak ada masalah, kita bekerja dan kita buktikan pada rakyat," ujarnya.
Langkah ini dinilai bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan pangan dan layanan gizi nasional melalui SPPG dan gudang ketahanan pangan Polri, sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat di tengah tekanan eksternal.*
(cb/ad)
Editor
: Adelia Syafitri
Presiden Prabowo: Jangan Kira Kita Nggak Tahu Diganggu, We Are Not Stupid!