Geledah Kantor Samin Tan, Kejagung Sita Uang Rp1 Miliar dalam Dolar AS
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita uang tunai senilai sekitar Rp1 miliar dalam bentuk dolar Amerika Serikat (AS) saat menggeleda
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa bangsa Indonesia menghadapi gangguan dari pihak luar yang mencoba menurunkan moral dan memengaruhi persepsi masyarakat.
Pernyataan itu disampaikan saat peresmian dan groundbreaking 1.179 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) serta peresmian 18 Gudang Ketahanan Pangan Polri di Kepolisian Resor Metro Jakarta Barat, Jumat (13/2/2026).
"Kita diganggu, kita tahu diganggu, jangan dikira kita nggak tahu diganggu. We are not stupid. Ini saya bicara sama mereka-mereka itu. Please dear friends, Indonesia are not stupid, we know what's happening," ujar Prabowo.Baca Juga:
Ketua umum Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu menyebut, pihak yang menjelek-jelekkan Indonesia takut melihat negara ini kuat dan rakyatnya sejahtera.
"Kita tahu siapa yang biayai gerakan-gerakan menjelek-jelekan bangsa Indonesia karena mereka takut kita kuat, mereka takut kita sejahtera," lanjutnya.
Prabowo menegaskan bahwa fokus pemerintah bukan pada konfrontasi dengan negara lain, tetapi pada peningkatan kesejahteraan rakyat.
"Hanya itu yang kita inginkan. Dan kita ingin buktikan ekonomi kita akan bangkit, mereka tidak tahu ini. Ada ahli-ahli ekonomi nggak jelas dari mana itu, selalu turunkan moril. Saya mau tanya, kamu itu warga negara mana?" katanya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyoroti indikator ekonomi domestik yang membaik.
"Konsumsi rumah tangga tertinggi, tidak ada yang komentar baik. Penerimaan pajak bulan ini konon katanya naik tertinggi selama beberapa tahun. Tapi kita tidak ada masalah, kita bekerja dan kita buktikan pada rakyat," ujarnya.
Langkah ini dinilai bagian dari strategi pemerintah memperkuat ketahanan pangan dan layanan gizi nasional melalui SPPG dan gudang ketahanan pangan Polri, sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat di tengah tekanan eksternal.*
(cb/ad)
JAKARTA Kejaksaan Agung (Kejagung) menyita uang tunai senilai sekitar Rp1 miliar dalam bentuk dolar Amerika Serikat (AS) saat menggeleda
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Ketua Badan Pengurus KontraS, Indria Fernida, mengungkapkan bahwa kondisi Andrie Yunus, aktivis yang menjadi korban penyiraman a
HUKUM DAN KRIMINAL
Oleh KrisnaDI tengah konflik global seperti ketegangan antara Israel dan Iran, Indonesia seharusnya bisa tetap stabil. Namun yang terjadi j
OPINI
JAKARTA Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (KontraS), Dimas Bagus Arya, menyampaikan kekecewaannya atas keputusa
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, mengklarifikasi kabar yang beredar di publik terkait besaran anggaran BGN 202
EKONOMI
JAKARTA Polda Metro Jaya telah resmi melimpahkan kasus penyiraman air keras yang menimpa Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus, kepada
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Berdasarkan data terbaru dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional, harga komoditas pangan mengalami kenaikan
EKONOMI
DENPASAR Polda Bali berhasil mengungkap kasus penculikan dan mutilasi yang menimpa seorang WNA asal Ukraina berinisial IK (28). Kapolda
HUKUM DAN KRIMINAL
DENPASAR Kapolresta Denpasar Kombes Pol. Leonardo D. Simatupang menerima audiensi Kepala Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Bali,
NASIONAL
DENPASAR Kapolsek Denpasar Timur (Dentim), Kompol I Ketut Tomiyasa, S.H., M.H., memimpin pelaksanaan Apel Jam Pimpinan di halaman Mako P
NASIONAL