Bantah Kesaksian Wisnu Budi Arif: Rakyat Menguasai Lahan HGU Setelah Ditelantarkan PTPN-2
MEDAN Kesaksian mantan Direktur Operasional (Dirops) PTPN2 Wisnu Budi Arif dalam sidang lanjutan perkara korupsi penjualan 8.000an hek
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN — Ratusan nelayan di Belawan, Kota Medan, Sumatera Utara, menggelar aksi unjuk rasa menolak rencana reklamasi di kawasan Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan, Jumat, 13 Februari 2026.
Mereka menilai proyek tersebut berpotensi mengganggu aktivitas melaut dan mengancam mata pencaharian nelayan tradisional.
Aksi yang diikuti nelayan dari berbagai kelompok itu dipusatkan di kantor Pelabuhan Perikanan Samudera Belawan (PPSB) Gabion.Baca Juga:
Massa yang tergabung dalam Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) membawa spanduk penolakan dan menyampaikan orasi secara bergantian.
Dalam tuntutannya, para nelayan menolak rencana penimbunan dan pelebaran alur keluar-masuk kapal yang menjadi bagian dari proyek reklamasi.
Mereka khawatir perubahan kontur perairan akan mempersempit ruang tangkap ikan, mengganggu jalur pelayaran kapal kecil, serta berdampak pada nelayan kerang yang menggantungkan hidup di kawasan tersebut.
Ketua KNTI Sumatera Utara, M. Isa Basir, mengatakan nelayan tidak menolak pembangunan, namun meminta pemerintah mempertimbangkan dampak sosial dan ekonomi yang akan ditimbulkan.
"Kalau tuntutan ini tidak didengar, kami siap melanjutkan aksi ke tingkat yang lebih tinggi," ujarnya dalam orasi.
Aksi sempat memanas ketika terjadi pembakaran sampan di depan kantor PPSB.
Aparat kepolisian dari Polres Pelabuhan Belawan memadamkan api dan mengamankan situasi agar tidak meluas.
Perwakilan PPSB kemudian menerima sepuluh orang perwakilan nelayan untuk melakukan dialog di aula kantor pelabuhan.
Dalam pertemuan itu, pihak pelabuhan menyatakan akan menyampaikan aspirasi nelayan kepada pimpinan yang saat ini berada di Jakarta serta membuka ruang komunikasi lanjutan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keputusan resmi terkait kelanjutan proyek reklamasi tersebut.
Nelayan meminta pemerintah pusat maupun daerah memastikan setiap kebijakan pembangunan di kawasan pesisir tidak mengorbankan keberlangsungan ekonomi masyarakat tradisional.*
(mi/dh)
MEDAN Kesaksian mantan Direktur Operasional (Dirops) PTPN2 Wisnu Budi Arif dalam sidang lanjutan perkara korupsi penjualan 8.000an hek
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden ke7 RI Joko Widodo menyatakan setuju jika UndangUndang Komisi Pemberantasan Korupsi (UU KPK) dikembalikan ke versi se
POLITIK
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyita lima koper berisi uang tunai senilai lebih dari Rp 5 miliar dalam penggeledahan di wi
HUKUM DAN KRIMINAL
SOLO Presiden ke7 Republik Indonesia, Joko Widodo, menepis kabar yang menyebut dirinya akan menjadi Dewan Pertimbangan Presiden (Wantim
POLITIK
BANDAR LAMPUNG Kepala Staf Korem (Kasrem) 043/Gatam, Kolonel Inf Sumarlin Marzuki, S.E., M.Han., menghadiri Upacara Gelar Operasi Gaktib
NASIONAL
TANGGAMUS Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Yayasan Kemala Bhayangkari Polres Tanggamus resmi diluncurkan di Dusun Talang Tebat, Pe
NASIONAL
ACEH TAMIANG Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah mendampingi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian dalam acara penyerahan bantuan perbaikan rum
NASIONAL
PRINGSEWU Aksi pencurian sepeda motor yang meresahkan warga Pekon Tanjung Dalam, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Pringsewu, akhirnya teru
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDAR LAMPUNG Komandan Korem (Danrem) 043/Garuda Hitam, Brigjen TNI Haryantana, menghadiri Rapat Pimpinan (Rapim) Kodam XXI/Radin Inten
NASIONAL
PRINGSEWU Lima Kepala Pekon (Kapekon) hasil Pemilihan Antarwaktu (PAW) dan tiga Penjabat Kepala Pekon (Pj.Kapekon) Persiapan di Kabupate
PEMERINTAHAN