BREAKING NEWS
Senin, 16 Februari 2026

Bantuan Darurat dari NGO Nasional Tiba di Aceh Pascabanjir, Abu Salam Pastikan Distribusi Tepat Sasaran dan Transparan

T.Jamaluddin - Senin, 16 Februari 2026 07:20 WIB
Bantuan Darurat dari NGO Nasional Tiba di Aceh Pascabanjir, Abu Salam Pastikan Distribusi Tepat Sasaran dan Transparan
Penasihat Khusus Gubernur Aceh Bidang Investasi dan Hubungan Luar Negeri, Teuku Emi Syamsyumi atau Abu Salam, mewakili Pemerintah Aceh dalam prosesi serah terima bantuan di Desa Blang Kuruk, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Minggu (15/2/2026). (Fot
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BIREUEN Banjir bandang yang melanda Aceh pada awal 2026 memicu krisis multidimensi, merusak infrastruktur, dan menekan sektor ekonomi lokal.

Menyikapi kondisi ini, bantuan darurat dari tiga Non-Governmental Organization (NGO) nasional resmi disalurkan ke wilayah terdampak.

Penasihat Khusus Gubernur Aceh Bidang Investasi dan Hubungan Luar Negeri, Teuku Emi Syamsyumi atau Abu Salam, mewakili Pemerintah Aceh dalam prosesi serah terima bantuan di Desa Blang Kuruk, Kecamatan Gandapura, Kabupaten Bireuen, Minggu (15/2/2026).

Baca Juga:

Bantuan tersebut berasal dari konsorsium Salam Setara, platform crowdfunding Kitabisa, serta Miss Glam MFoundation.

Abu Salam menegaskan, kolaborasi pemerintah dengan NGO ini bukan sekadar aksi filantropi, tetapi langkah strategis mitigasi risiko pascabencana.

"Kehadiran bantuan ini menekan angka kerugian sosial-ekonomi masyarakat di level akar rumput sekaligus mempercepat fase pemulihan," ujarnya.

Distribusi bantuan dikomandoi oleh Akmal Rusli, yang memastikan penyaluran logistik tepat sasaran ke 22 desa zona merah terdampak terparah.

Bantuan meliputi ribuan paket sembako, Family Kit, puluhan tenda pengungsian standar, serta mesin air Reverse Osmosis (RO) untuk pemenuhan air bersih dan pencegahan penyakit menular berbasis air.

Pelibatan seluruh Keuchik (Kepala Desa) dalam proses serah terima ditegaskan sebagai bentuk Quality Control agar bantuan langsung sampai ke keluarga penyintas yang kehilangan aset dan properti.

"Serah terima kepada Keuchik memastikan tidak ada distorsi rantai pasok hingga ke tenda-tenda warga," kata Akmal.

Banjir bandang awal 2026 telah menyebabkan kerugian material miliaran rupiah, terutama di sektor agrikultur, infrastruktur, dan properti residensial.

Dengan dukungan NGO nasional, Pemerintah Aceh berharap fase tanggap darurat dapat segera bertransisi menuju pemulihan dan rekonstruksi wilayah yang lebih berkelanjutan.*

(dh)

Editor
: Adam
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bahlil Bahas Rencana Setop Ekspor Timah: Dorong Hilirisasi Mineral dan Pertumbuhan Ekonomi Nasional
Purbaya Yudhi Sadewa: Pilih Utang Rp9.637 Triliun agar Ekonomi Selamat atau Kembali ke Krisis 1998?
Polres Gianyar Pererat Silaturahmi dengan Masyarakat melalui Minggu Kasih, Penyerahan Bantuan Sosial dan Olahraga
Eye Hospitals and Clinics JEC Bali Sanur Resmi Digelar, Targetkan Bali Jadi Destinasi Health and Wellness Kelas Dunia
PKBM Jejama Pringsewu, Sekolah Alternatif yang Buka Harapan Baru bagi Anak Putus Sekolah dan Warga Kurang Mampu
Bareskrim Tahan Eks Dirut PT Dana Syariah Indonesia, Kerugian Capai Rp2,4 Triliun
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru