Pembangunan ini dilakukan sebagai langkah mitigasi pasca longsor ekstrem dan banjir yang menutup akses jalan pada November 2025 lalu.
Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Sumut, Hardi Siahaan, mengatakan pembangunan jalan baru dilakukan karena kondisi jalan lama sudah tidak memungkinkan diperbaiki.
"Nanti jalan baru. Kan jalannya hilang. Kita upayakan tetap lewat Batu Lubang atau di dekatnya, tapi jalurnya lebih aman," ujarnya, Rabu (18/2/2026).
Saat ini, jalur lama masih ditutup sementara, dan kendaraan diarahkan melalui jalan alternatif Rampah.
Jalan baru direncanakan tetap menghubungkan Tarutung–Sibolga dengan mempertimbangkan aspek geologi, potensi longsor, banjir, dan kondisi tebing serta jurang di sekitar lokasi.
Menurut Hardi, pembangunan tidak akan memindahkan jalur terlalu jauh agar tetap efisien.
"Panjang jalan baru sekitar 600 meter. Jalurnya akan lebih aman dan sesuai dengan kondisi geoteknik dan hidrologi setempat," katanya.
Proses pembangunan akan dimulai setelah perencanaan detail dan desain teknis selesai. Meski detail anggaran belum diumumkan, pihak Kementerian PUPR menegaskan proyek ini akan rampung tahun ini, memastikan akses kembali lancar dan aman bagi pengendara menuju Sibolga dan Tapanuli Tengah.*
(tm/dh)
Editor
: Adelia Syafitri
Jalan Baru 600 Meter Dibangun di Sekitar Batu Lubang, Akses Sibolga Kembali Aman