Eskalasi konflik di Timur Tengah yang menutup wilayah udara beberapa negara, termasuk Qatar, Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Iran, berdampak langsung pada jadwal penerbangan internasional, termasuk rute dari dan menuju Bali. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Merespons kondisi ini, Imigrasi Ngurah Rai langsung mengaktifkan status siaga penuh. Kepala Kantor Imigrasi Ngurah Rai, Bugie Kurniawan, menyatakan langkah ini dilakukan untuk memastikan pelayanan keimigrasian tetap lancar dan kondusif.
Langkah antisipatif yang ditempuh antara lain:
- Penempatan personel tambahan di area kedatangan dan keberangkatan internasional untuk mengantisipasi lonjakan antrian. - Koordinasi intensif dengan Angkasa Pura I, maskapai internasional, dan instansi terkait dalam menanggapi perubahan jadwal dan rerouting penerbangan. - Monitoring real-time pergerakan rute penerbangan melalui sistem data penerbangan global. - Pemutakhiran SOP dan aktivasi rencana kontinjensi untuk menangani penumpang terdampak.
"Kami terus memantau dinamika global ini. Prioritas utama kami adalah memastikan proses administrasi keimigrasian bagi penumpang tetap terlayani dengan baik dan sesuai prosedur," tegas Bugie.
Selain itu, Imigrasi Ngurah Rai juga mengantisipasi kemungkinan overstay bagi warga negara asing terdampak pembatalan penerbangan.
Penumpang yang masa izin tinggalnya hampir habis dianjurkan melapor ke Kantor Imigrasi atau Pos Layanan Keimigrasian di bandara untuk mendapatkan arahan lebih lanjut.
Penanganan dilakukan profesional dan proporsional, dengan mempertimbangkan kondisi force majeure akibat gangguan penerbangan.
"Kami mengimbau seluruh calon penumpang tujuan internasional, khususnya transit Timur Tengah, untuk memeriksa status penerbangan secara berkala melalui aplikasi resmi maskapai dan berkoordinasi dengan pihak maskapai sebelum menuju bandara," tutup Bugie Kurniawan.*