Bali Bersih Sampah: Menteri LH dan Gubernur Koster Serukan Pilah Sampah dari Sumber
- Jumat, 06 Maret 2026 07:51 WIB
Faisol Nurofiq bersama Wayan Koster mengikuti aksi bersih sampah pantai di Pantai Jimbaran, Kabupaten Badung, Bali, Kamis, 5 Maret 2026. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
"Demikian pentingnya Bali bagi pemerintah pusat. Banyak keluhan dari masyarakatinternasional yang langsung disampaikan kepada Presiden," kata Faisol.
Menurutnya, pemerintah pusat bersama pemerintah daerah diminta segera mengambil langkah konkret dalam penanganan sampah di Bali.
Ia menegaskan sistem pengelolaan sampah lama dengan pola "pungut-angkut-buang" ke TPA Suwung tidak lagi dapat dipertahankan karena tempat pembuangan akhir tersebut telah mengalami kelebihan kapasitas dan berdampak pada kerusakan lingkungan.
Bahkan, kondisi TPA Suwung saat ini tengah dalam proses penyidikan oleh Kementerian Lingkungan Hidup bersama Badan Pengendalian Lingkungan Hidup.
"Kita tidak bisa lagi menunda. Mulai sekarang wajib pilah sampah dari sumber," ujarnya.
Target Pemilahan Sampah Satu Bulan
Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup, sekitar 60 persen sampah di Bali merupakan sampah organik yang seharusnya dapat diselesaikan di tingkat sumber, baik di rumah tangga maupun fasilitas publik.
Faisol meminta Pemerintah Kota Denpasar dan Pemerintah Kabupaten Badung menuntaskan sistem pemilahan sampah organik dari sumber paling lambat dalam waktu satu bulan.
Selain itu, pemerintah pusat juga tengah menyiapkan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik atau waste to energy.
Proyek tersebut diperkirakan membutuhkan waktu sekitar 2,5 hingga 3 tahun hingga dapat beroperasi penuh.
"Kalau tidak mulai pilah dari sekarang, sampah akan terus menumpuk sampai tiga tahun ke depan," kata Faisol.
Bantuan Peralatan Penanganan Sampah
Dalam kegiatan tersebut, Faisol juga menyerahkan secara simbolis dua unit mesin pemotong kayu kepada Pemerintah Kabupaten Badung. Bantuan tersebut diterima oleh Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa.
Mesin tersebut akan digunakan untuk membantu penanganan sampah kiriman berupa kayu dan bambu yang kerap terbawa arus laut ke kawasan pantai.