"Kita siap untuk berangkat, tetapi kita menunggu perkembangan dari BoP," ujar Sjafrie di Kementerian Pertahanan, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).
Meski begitu, jadwal keberangkatan pasukan TNI belum bisa dipastikan akibat dinamika geopolitik tinggi di kawasan Timur Tengah, terutama pasca serangan Israel dan Amerika Serikat ke Iran.
Sjafrie menekankan bahwa Indonesia tetap mengutamakan kepentingan nasional sebagaimana diamanatkan dalam konstitusi, yakni melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.
Ia menambahkan bahwa pengiriman pasukan juga mempertimbangkan aspek kemanusiaan, sesuai dengan semangat Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
"Tugas yang kita laksanakan tidak hanya menghadapi konflik, tapi juga harus berpikir kemanusiaan," kata Sjafrie.
Sjafrie menyebutkan bahwa Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan Kementerian Pertahanan untuk mempersiapkan pasukan, dan persiapan tersebut kini telah rampung.
"Dinamika geopolitik sangat tinggi. Jadi kita selalu menunggu setiap saat. Kalau BoP-nya minta kirim besok, kita hari ini harus siap," tegasnya.
Sebelumnya, Kementerian Luar Negeri Kementerian Luar Negeri RI menyatakan bahwa pembahasan terkait Board of Peace ditangguhkan seiring meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.
Jubir I Kemenlu, Yvonne Mewengkang, mengatakan pemerintah saat ini fokus pada keselamatan dan perlindungan Warga Negara Indonesia (WNI) di wilayah konflik serta langkah-langkah antisipatif menghadapi dampak eskalasi.*
(km/ad)
Editor
: Raman Krisna
Menhan Sjafrie Sjamsoeddin: Pasukan TNI Siap ke Gaza, Tunggu Keputusan Board of Peace