BREAKING NEWS
Selasa, 17 Maret 2026

BGN: Penyaluran MBG Terakhir Besok, Dilanjutkan Lagi pada 31 Maret

Dharma - Senin, 16 Maret 2026 21:18 WIB
BGN: Penyaluran MBG Terakhir Besok, Dilanjutkan Lagi pada 31 Maret
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana. (foto: tangkapan layar yt setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) akan membagikan Makan Bergizi Gratis (MBG) besok, Selasa (17/3/2026), untuk mendukung program prioritas Presiden Prabowo Subianto.

Layanan MBG ini akan diberikan kepada klaster yang sangat rentan, yaitu ibu hamil, ibu menyusui, dan balita.

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, menjelaskan bahwa pemberian makan bergizi gratis ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk menjamin pemenuhan kebutuhan gizi masyarakat, terutama di kalangan ibu dan anak.

Baca Juga:

Dadan Hindayana mengungkapkan bahwa MBG ini khusus diperuntukkan bagi ibu hamil, ibu menyusui, serta balita, yang telah menjadi bagian penerima manfaat dari program prioritas pemerintah.

"Untuk MBG, kita terakhir hari besok ya, untuk ibu hamil, ibu anak balita," ujar Dadan saat ditemui di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta, pada Senin (16/3/2026).

Selain itu, Dadan juga mengonfirmasi bahwa program MBG untuk anak sekolah telah dihentikan sementara beberapa hari sebelumnya.

Pemberian MBG untuk anak sekolah akan dilanjutkan pada 31 Maret 2026, setelah perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah.

Dadan juga menyampaikan bahwa meskipun gejolak geopolitik akibat konflik Israel dan Amerika Serikat (AS) dengan Iran mempengaruhi ekonomi global, anggaran untuk program MBG tetap tidak berubah.

Menurutnya, APBN 2026 yang sudah disusun tetap mempertahankan anggaran sebesar Rp 355 triliun untuk pembiayaan MBG.

"Kami tetap dengan yang ada, terutama yang sudah ditetapkan dalam Undang-Undang APBN 2026," jelas Dadan.

Dia menambahkan bahwa hampir 93 persen anggaran BGN digunakan untuk bantuan pemenuhan gizi masyarakat.

MBG adalah salah satu program utama yang bertujuan untuk memastikan masyarakat yang rentan, seperti ibu hamil dan balita, mendapat makanan bergizi.

Dalam kesempatan yang sama, Dadan juga menyampaikan bahwa Kementerian Keuangan sedang mempersiapkan langkah-langkah antisipasi terhadap lonjakan harga minyak dunia, yang dapat meningkatkan defisit APBN dan menambah tekanan terhadap subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Langkah penghematan di berbagai sektor tengah dipertimbangkan sebagai respons terhadap ketidakpastian global ini.

Sebagai respons terhadap situasi ini, Presiden Prabowo Subianto telah menginstruksikan penghematan anggaran, termasuk dengan memotong gaji menteri dan anggota DPR.

Presiden mencontohkan kebijakan yang diterapkan di Pakistan, yang mengurangi gaji pejabat dan mengoptimalkan work from home (WFH) untuk penghematan BBM.

"Ini hanya contoh, kami harus mengupayakan penghematan," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna, Jumat (13/3/2026).

Meskipun dalam situasi geopolitik yang penuh ketidakpastian, Dadan menegaskan bahwa pemerintah tetap berkomitmen untuk mendukung pemenuhan gizi rakyat, terutama bagi kelompok-kelompok rentan.

"Program Makan Bergizi Gratis tetap dilaksanakan untuk memastikan anak-anak dan ibu-ibu mendapatkan makanan yang sehat dan bergizi," pungkas Dadan.

Dengan adanya program MBG ini, pemerintah menunjukkan kepeduliannya terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya yang terdampak langsung oleh perubahan kondisi ekonomi dan ketegangan geopolitik global.*


(km/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo: Haram! Tanah BUMN Milik Rakyat, Tidak Boleh Dijual ke Pasar
Prabowo Tunda Pengiriman Pasukan Perdamaian Indonesia ke Gaza
Ini Alasan Prabowo Pilih Bertahan di Board of Peace
Penghematan di Tengah Krisis Global, DPR: Negara Harus Menahan Diri Sebelum Minta Rakyat Berkorban
Prabowo Sebut Ada Pengamat Tidak Senang Pemerintah Berhasil, PKB: Ajak Diskusi dengan Data dan Bukti Konkret
Di Tengah Ketidakpastian Global, Prabowo Optimis Program MBG Akan Perkuat Ekonomi Rakyat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru