BREAKING NEWS
Jumat, 20 Maret 2026

Ketum PP Muhammadiyah Imbau Elite Bangsa Jaga Persatuan: Tak Perlu Membenarkan Diri dan Menyalahkan Pihak Lain

Raman Krisna - Jumat, 20 Maret 2026 11:59 WIB
Ketum PP Muhammadiyah Imbau Elite Bangsa Jaga Persatuan: Tak Perlu Membenarkan Diri dan Menyalahkan Pihak Lain
Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir. (foto: Dok. Muhammadiyah)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

YOGYAKARTA – Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Haedar Nashir, mengimbau para elite bangsa untuk menjadi teladan dalam menjaga persatuan di tengah perbedaan penetapan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Haedar menyampaikan imbauan tersebut saat menyampaikan khotbah salat Idul Fitri di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada Jumat (20/3/2026).

Menurut Haedar, di tengah dinamika penetapan Idul Fitri yang berbeda, penting bagi semua pihak untuk menahan diri dan tidak memperuncing perbedaan.

Baca Juga:

Ia menegaskan bahwa baik dalam konteks kewargaan maupun pemerintahan, elite bangsa harus menghindari tindakan yang bisa memperkeruh suasana di tengah masyarakat.

"Tidak perlu kita mempertajam perbedaan, apalagi mencari pembenaran diri dengan menyalahkan pihak lain," ujar Haedar.

Haedar menambahkan bahwa Idul Fitri seharusnya dijalani dengan penuh kekhusyukan dalam beribadah, serta kejernihan jiwa dan pikiran.

Ia juga mengajak umat Islam, baik yang merayakan pada 20 Maret maupun 21 Maret, untuk tidak terjebak dalam perbedaan yang bisa meretakkan persatuan.

"Jalani Idul Fitri dengan khusyuk, agar kita tidak terjebak dalam hasrat perbedaan yang justru meretakkan persatuan," katanya.


Lebih lanjut, Haedar optimistis bahwa Indonesia sebagai bangsa yang telah matang dalam berdemokrasi, akan mampu menyikapi perbedaan penetapan hari raya dengan kepala dingin tanpa menimbulkan konflik.

Ia menegaskan bahwa kedewasaan bangsa Indonesia akan mengarahkan masyarakat untuk menghargai perbedaan tersebut sebagai bagian dari keberagaman yang harus dijaga.

Haedar Nashir juga menyampaikan harapannya agar dunia Islam ke depan dapat memiliki kalender global tunggal.

Menurutnya, hal ini akan membantu meminimalisasi perbedaan penetapan hari besar keagamaan, khususnya Idul Fitri.

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kemlu RI: Pengiriman Prajurit TNI ke Gaza Ditunda
Ketua PP Muhammadiyah: Korupsi Berakar dari "Lapar Spiritual"
Penuh Khidmat, 1.500 Jemaah Muhammadiyah Laksanakan Salat Idul Fitri di Lapangan SD Sutomo Medan Hari Ini
Jemaah Tarekat Naqsabandiyah Laksanakan Salat Idul Fitri 1447 H di Deli Serdang Hari Ini, Ajak Jaga Persatuan di Tengah Perbedaan
Ribuan Jamaah Muhammadiyah Banda Aceh Laksanakan Shalat Idul Fitri di Kampus Unmuha, Serukan Umat Islam Jaga Kebersamaan Meski Ada Perbedaan
Muhammadiyah Tegaskan Perbedaan Hari Raya Idul Fitri 1447 H Bukan Bentuk Ketidaktaatan pada Pemerintah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru