Presiden Prabowo Subianto tiba di Bandar Udara Internasional John F. Kennedy, New York, Amerika Serikat, 21 September 2025, untuk menghadiri Sidang Majelis Umum ke-80 Perserikatan Bangsa-Bangsa. (foto: BPMI Setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Menurut Prabowo, perjalanan dinas tersebut bukan hanya untuk mempererat hubungan bilateral, tetapi lebih jauh lagi untuk menjaga ekonomi Indonesia, terutama terkait dengan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat.
Prabowo menegaskan bahwa meski menteri-menteri juga bekerja keras menjajaki kerja sama dengan negara-negara sahabat, hasil yang lebih cepat dan konkret hanya bisa diperoleh apabila Presiden turut terlibat langsung dalam proses negosiasi.
"Makanya setiap presiden Indonesia ya capek, disangka saya suka jalan-jalan ke situ, dan juga saya jalan-jalan untuk menjaga rakyat saya. Untuk menjaga apa? Lapangan kerja," ujar Prabowo dalam dialog dengan para jurnalis dan pakar, yang dibagikan melalui video oleh Sekretariat Presiden, Minggu (22/3/2026).
Salah satu contoh yang diberikan Prabowo adalah perjanjian Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) antara Indonesia dan Uni Eropa yang berhasil dicapai setelah negosiasi panjang selama sepuluh tahun.
Menurut Prabowo, meskipun para menteri bekerja keras, keberhasilan perundingan sering kali baru tercapai setelah dirinya turun tangan langsung, seperti dalam pertemuan dengan Raja Belgia, Raja Belanda, dan para pejabat Uni Eropa.
"Kalau enggak lobi, tentunya menteri-menteri yang kerja. Di ujungnya saya harus datang. Iya kan? ke raja Belgia, ke raja Belanda, ke Uni Eropa. Akhirnya kita punya perdagangan CEPA kita agak lancar. 10 tahun loh. Kita tembus ya," kata Prabowo.
Selain dengan Uni Eropa, Indonesia juga berhasil mencapai kesepakatan perdagangan serupa dengan Kanada.
Melalui kesepakatan ini, produk-produk Indonesia kini dapat memasuki pasar Kanada dengan tarif 0 persen.
Dalam kesempatan ini, Presiden Prabowo juga menyoroti pentingnya hubungan baik dengan banyak negara di dunia, mengingat situasi geopolitik kini sudah berubah menjadi geoekonomi.