BREAKING NEWS
Jumat, 27 Maret 2026

Prabowo Dijadwalkan Temui Pemimpin Jepang dan Korea Selatan Awal April, Ada Agenda Besar!

Adelia Syafitri - Jumat, 27 Maret 2026 10:17 WIB
Prabowo Dijadwalkan Temui Pemimpin Jepang dan Korea Selatan Awal April, Ada Agenda Besar!
Presiden Prabowo Subianto. (foto: BPMI Setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan melakukan kunjungan ke Jepang dan Korea Selatan pada akhir Maret hingga awal April 2026.

Agenda tersebut mencakup pertemuan tingkat tinggi untuk memperkuat kerja sama strategis di berbagai sektor.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI, Yvonne Mewengkang, mengatakan Prabowo akan melakukan kunjungan resmi ke Tokyo pada 30–31 Maret 2026, dilanjutkan kunjungan kenegaraan ke Seoul pada 1 April 2026.

Baca Juga:

Kunjungan ini dilakukan atas undangan pemerintah kedua negara.

Di Jepang, Prabowo dijadwalkan bertemu dengan Kaisar Jepang dan Perdana Menteri Jepang. Selain itu, ia juga akan menghadiri jamuan makan siang kenegaraan.

Sementara di Korea Selatan, Prabowo akan menggelar pertemuan bilateral dengan Presiden Korea Selatan serta bertemu dengan Perdana Menteri Korea Selatan.

Agenda tersebut juga mencakup upacara penyambutan resmi, penandatanganan nota kesepahaman, dan jamuan kenegaraan.

"Kunjungan ini ditujukan untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia dengan kedua negara, termasuk mendorong kerja sama yang memberikan manfaat nyata bagi perekonomian nasional," ujar Yvonne, Kamis, 26 Maret 2026.

Menurut dia, kerja sama yang dibahas meliputi sektor perdagangan, investasi, industri, energi, dan teknologi.

Selain itu, kedua pihak juga akan menyoroti isu-isu regional dan global yang menjadi perhatian bersama.

Pemerintah Jepang dalam pernyataan resminya menyebut kunjungan Prabowo sebagai momentum penting untuk memperkuat kemitraan komprehensif dan strategis antara kedua negara.

Di Korea Selatan, fokus pembahasan mencakup peningkatan kerja sama di bidang pertahanan, industri pertahanan, serta sektor pertumbuhan baru.

Beberapa sektor yang menjadi prioritas antara lain kecerdasan buatan (AI), infrastruktur, pembuatan kapal, energi nuklir, transisi energi, hingga industri kreatif.

Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya diplomasi ekonomi Indonesia dalam memperluas kerja sama internasional di tengah dinamika geopolitik global.*


(bi/ad)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rupiah Melemah Lagi! Kini Tembus Rp16.900
Harga Emas Antam Turun Hari Ini! Kini Rp2,81 Juta per Gram
IHSG Dibuka Melemah ke Level 7.134, Tertekan Sentimen Global
Sempat Ingin Menyamar, Presiden Prabowo Disambut Antusias Warga Bantaran Rel Senen: Janjikan Hunian Layak
Seperti Preman: Tanpa Berkontribusi, Pemkab Simalungun Pungut Retribusi di Objek Wisata Sungai Lobang
KUR Mandiri 2026 Resmi Dibuka, Cicilan Mulai Rp18 Ribuan!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru