Pakistan Minta AS dan Iran Jaga Gencatan Senjata Meski Perundingan di Islamabad Buntu
ISLAMABAD Pemerintah Pakistan meminta Amerika Serikat dan Iran tetap menjaga gencatan senjata meski perundingan terbaru di Islamabad berak
INTERNASIONAL
JEJU SEOUL -Insiden tragis terjadi di lepas pantai Jeju, Korea Selatan, ketika kapal penangkap ikan asal negeri ginseng, Geumseongsusan 135, tenggelam saat sedang memindahkan hasil tangkapan ke kapal transport. Kapal yang naas tersebut mengangkut 27 awak kapal, terdiri dari 16 warga negara Korea Selatan dan 11 warga negara Indonesia (WNI). Akibat kejadian ini, dua pelaut WNI dinyatakan hilang, sementara upaya pencarian masih terus dilakukan oleh tim penyelamat Korea Coast Guard (KCG).
Informasi mengenai tenggelamnya kapal ini disampaikan oleh Direktur Perlindungan WNI dan BHI Kementerian Luar Negeri RI, Judha Nugraha, pada Jumat (8/11). “Laporan awal dari KCG menyebutkan bahwa kapal tenggelam saat melakukan pemindahan hasil tangkapan ikan ke kapal transport. Pada saat insiden terjadi, seluruh awak kapal sedang bekerja di atas geladak kapal,” terang Judha dalam keterangan resminya.
Menurut laporan awal, kapal Geumseongsusan 135 dilaporkan tenggelam secara mendadak saat memindahkan muatan ikan tangkapan, sehingga awak kapal tidak memiliki cukup waktu untuk mengamankan diri. Pada saat insiden berlangsung, seluruh ABK, termasuk para WNI, berada di geladak kapal untuk menjalankan aktivitas kerja. Penyebab utama tenggelamnya kapal hingga saat ini masih belum diketahui dengan pasti, dan pihak berwenang Korea Selatan telah memulai penyelidikan untuk mengungkap penyebab pasti kejadian tersebut.
Di tengah musibah ini, dua pelaut WNI, yang diidentifikasi sebagai YM dan SJU, hingga kini dinyatakan hilang. Sementara itu, 15 orang berhasil dievakuasi dengan selamat, namun dua di antaranya, yang merupakan warga Korea Selatan, dilaporkan meninggal dunia. “Sebanyak empat warga Korea dan sembilan WNI dilaporkan selamat dan telah mendapatkan perawatan di Seobu Public Health Centre, Jeju,” tambah Judha.
Setelah menerima laporan tenggelamnya kapal tersebut, KCG bersama tim SAR langsung bergerak melakukan operasi pencarian dan penyelamatan (SAR) di sekitar lokasi kejadian. Pencarian ini melibatkan berbagai peralatan dan tenaga ahli, dengan prioritas untuk menemukan dua pelaut WNI yang hilang serta memastikan keselamatan awak kapal lainnya.
Kepala KCG mengatakan bahwa operasi penyelamatan terkendala oleh kondisi cuaca yang cukup buruk di sekitar perairan Jeju, namun tim SAR terus berupaya agar pencarian dapat dilakukan secepat mungkin. Proses evakuasi 15 ABK yang berhasil diselamatkan telah dilakukan dengan prosedur keselamatan ketat, dan korban selamat segera dibawa ke pusat kesehatan untuk mendapatkan penanganan medis lanjutan.
Pihak Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Seoul kini turut memantau situasi dan terus berkoordinasi dengan otoritas Korea Selatan untuk memastikan kelancaran proses pencarian. Tim KBRI juga memberikan pendampingan kepada para WNI yang berhasil diselamatkan guna memastikan kebutuhan mereka selama berada dalam perawatan.
“Kami dari KBRI Seoul terus memantau perkembangan proses pencarian dan berkomitmen penuh untuk memberikan dukungan bagi para WNI yang menjadi korban dalam kejadian ini,” ujar Judha. Selain itu, KBRI telah berkomunikasi dengan keluarga kedua WNI yang hilang di Indonesia, memberikan informasi terkini mengenai situasi dan langkah yang tengah diambil oleh tim penyelamat di Jeju.
Kementerian Luar Negeri RI menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa tenggelamnya kapal tersebut. Pemerintah melalui Kemlu RI akan terus berupaya memberikan dukungan penuh terhadap WNI yang menjadi korban serta berkoordinasi dengan pihak berwenang Korea Selatan untuk memastikan keselamatan para ABK yang selamat.
Judha Nugraha kembali menegaskan bahwa Kemlu RI akan berusaha mengupayakan yang terbaik bagi para korban dan berharap bahwa dua WNI yang hilang dapat segera ditemukan. “Kami berharap upaya pencarian ini segera membuahkan hasil yang positif, dan Kementerian Luar Negeri terus memberikan dukungan penuh kepada KBRI Seoul dalam menangani kejadian ini,” pungkas Judha.
Insiden ini menjadi pengingat akan besarnya risiko yang dihadapi pekerja migran di sektor perikanan di seluruh dunia. Dalam beberapa tahun terakhir, profesi sebagai awak kapal perikanan sering kali dihadapkan pada kondisi kerja yang berisiko tinggi, mulai dari kecelakaan laut hingga minimnya fasilitas keselamatan. Pemerintah Indonesia sendiri terus berupaya meningkatkan perlindungan terhadap pekerja migran, khususnya di sektor maritim, melalui berbagai langkah diplomasi dan kerja sama internasional.
Kejadian ini juga menyoroti pentingnya penerapan standar keselamatan yang ketat oleh perusahaan perikanan untuk melindungi para pekerja dari berbagai risiko yang mungkin timbul.
(N/014)
ISLAMABAD Pemerintah Pakistan meminta Amerika Serikat dan Iran tetap menjaga gencatan senjata meski perundingan terbaru di Islamabad berak
INTERNASIONAL
JAKARTA Koalisi masyarakat sipil yang tergabung dalam Solidaritas untuk Andrie Yunus menggelar aksi memperingati 30 hari penyiraman air ke
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Oditurat Militer menanggapi usulan pelibatan hakim ad hoc dalam sidang kasus penyiraman air keras terhadap aktivis Komisi untuk Or
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Gubernur Sumatera Utara, Bobby Nasution, menyebut alokasi dana bantuan bencana dari pemerintah pusat untuk Sumut periode 20262028 m
EKONOMI
BANDA ACEH Komandan Resimen Induk Daerah Militer (Danrindam) Kodam Iskandar Muda, Ali Imran, menegaskan komitmennya membentuk putraputri
NASIONAL
JAKARTA Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Republik Indonesia, AM Akbar Supratman, mengapresiasi terpilihnya Sugiono sebagai Ketua
POLITIK
Oleh Raman KrisnaLONJAKAN harga bahan baku plastik di Sumatera Utara hingga puluhan persen bukan lagi sekadar persoalan pasar. Ini adalah p
OPINI
JAKARTA Bareskrim Polri terus mengusut kasus dugaan penipuan oleh PT Dana Syariah Indonesia (DSI) yang merugikan hingga Rp2,4 triliun. Pen
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) angkat bicara terkait anggaran Rp113 miliar untuk jasa event organizer (EO) yang menjadi sorotan publik.
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengungkap adanya praktik tak wajar di lingkungan Pemerintah Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur.
HUKUM DAN KRIMINAL