Lee menegaskan, komitmen peningkatan hubungan kedua negara sebenarnya telah disepakati dalam pertemuan sebelumnya.
Namun, kunjungan Prabowo kali ini dinilai menjadi momentum penting untuk mewujudkan capaian yang disebutnya sebagai "bersejarah".
Ia menyebut, status kemitraan strategis komprehensif khusus merupakan level tertinggi dalam hubungan bilateral Korea Selatan, dan hingga kini hanya dimiliki oleh satu negara mitra.
"Dalam pertemuan terakhir kita, kita berkomitmen untuk meningkatkan hubungan bilateral ke tingkat tertinggi. Pada kesempatan ini, menjadi sangat bermakna bahwa kita akan meraih hasil bersejarah," kata Lee.
Dalam pertemuan tersebut, Lee juga menyoroti posisi Indonesia sebagai mitra strategis utama, khususnya dalam sektor investasi dan pengembangan industri.
Ia menyebut Indonesia sebagai tujuan utama investasi perusahaan Korea, sekaligus mitra penting dalam mendukung pengembangan industri pertahanan.
Kerja sama konkret kedua negara, menurut Lee, telah terlihat dalam pengembangan kendaraan listrik.
Ia menyebut produksi kendaraan listrik pertama di Indonesia yang melibatkan perusahaan Korea sebagai simbol kolaborasi masa depan kedua negara.
Lebih jauh, Lee menilai hubungan Indonesia dan Korea Selatan telah terbangun kuat selama lebih dari lima dekade hubungan diplomatik.