BREAKING NEWS
Senin, 15 Juni 2026

SBY Ungkap Sejarah Pengiriman Pasukan TNI ke Lebanon, Berawal dari Inisiatifnya Saat Menjabat Presiden

Nurul - Minggu, 05 April 2026 14:43 WIB
SBY Ungkap Sejarah Pengiriman Pasukan TNI ke Lebanon, Berawal dari Inisiatifnya Saat Menjabat Presiden
Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyampaikan ungkapan duka mendalam atas gugurnya tiga prajurit TNI yang bertugas sebagai penjaga perdamaian di Lebanon.

Tiga prajurit tersebut adalah Mayor Inf (Anumerta) Zulmi Aditya Iskandar, Serka (Anumerta) Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda (Anumerta) Farizal Rhomadhon, yang gugur dalam serangan terbaru di wilayah konflik tersebut.

SBY mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera mengambil langkah tegas mengenai penugasan pasukan UNIFIL yang berada di zona perang.

Baca Juga:

Sebagai bagian dari pernyataannya di akun X pribadinya @SBYudhoyono, Minggu (5/4/2026), SBY mengungkapkan pentingnya meninjau kembali keberadaan misi PBB di Lebanon, mengingat situasi yang semakin berbahaya.

Ia menekankan bahwa keberadaan pasukan penjaga perdamaian di medan perang yang semakin memanas sangat berisiko bagi keselamatan para prajurit, termasuk prajurit TNI.

SBY mengungkapkan bahwa pengiriman pasukan TNI ke Lebanon berawal dari inisiatifnya sendiri saat menjabat sebagai Presiden Indonesia.

Keputusan ini dipicu oleh situasi konflik yang terjadi pada Agustus 2006 antara Israel dan Lebanon, yang mengakibatkan banyak korban di pihak Lebanon.

SBY berpendapat bahwa Dewan Keamanan PBB saat itu belum bertindak secara efektif untuk menghentikan peperangan.

"Pada bulan Agustus 2006 terjadi perang antara Israel dan Lebanon, dan DK PBB belum melakukan langkah-langkah efektif. Dalam forum OKI (Organisasi Kerja Sama Islam), saya mengusulkan agar Indonesia mengirimkan pasukan untuk memantau gencatan senjata," ujar SBY.

Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Indonesia mengirimkan satu batalyon plus pasukan yang diberi nama Kontingen Garuda XXIII/A.

Pasukan Indonesia pertama kali diberangkatkan pada November 2006 dan sejak itu telah mengirimkan banyak kontingen ke Lebanon untuk melaksanakan tugas mulia sebagai penjaga perdamaian di bawah mandat PBB.

SBY juga menegaskan bahwa gugurnya tiga prajurit TNI baru-baru ini menambah penderitaan yang dialami banyak keluarga Indonesia yang turut mendukung misi tersebut.

Ia mengungkapkan rasa tanggung jawab moral untuk terus memperjuangkan keadilan bagi prajurit-prajurit TNI yang menjadi korban.

"Saya berkomitmen untuk memperjuangkan keadilan bagi mereka yang telah berkorban. Ketika saya menjadi Presiden, saya mendorong pengiriman pasukan ke Lebanon. Kini, saya merasa berkewajiban untuk mendukung upaya investigasi terkait insiden ini," kata SBY.

Melihat kondisi yang terus memburuk di Lebanon, SBY mendesak PBB untuk segera meninjau kembali penugasan pasukan UNIFIL di daerah konflik.

Ia juga meminta agar PBB segera mengambil langkah tegas untuk menghentikan penugasan pasukan yang berada di medan pertempuran atau memindahkan mereka ke lokasi yang lebih aman.

"Sebagai negara yang sudah berkomitmen dalam misi perdamaian internasional, Indonesia harus diperhitungkan dalam kebijakan PBB. Ini bukan hanya soal kewajiban internasional, tetapi juga soal keselamatan prajurit kita," ujar SBY.

SBY juga menyampaikan pesan kepada prajurit TNI yang masih bertugas di Lebanon untuk tetap semangat dalam menjalankan misi mereka.

Ia mendorong prajurit Garuda XXIII/S yang saat ini masih bertugas di sana untuk tetap berjuang dengan semangat tinggi dalam menjalankan tugas mulia mereka.

"Saya ingin menyampaikan kepada para prajurit TNI yang masih bertugas di Lebanon, untuk terus semangat. Kami di tanah air mendukung kalian sepenuh hati, dan keluarga yang mencintai kalian menanti kepulangan kalian dengan kebanggaan," pungkasnya.*


(kp/ad)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, SBY Desak PBB Hentikan Penugasan UNIFIL dan Pindahkan Kontingen ke Zona Aman
Tawuran Belawan Kembali Memanas, Wali Kota Rico Waas: Penanganan Konflik Tidak Bisa Instan, Butuh Strategi Jangka Panjang
Jokowi Telepon Putra Mahkota Arab Saudi: Yang Mulia MBS, Kapan Perangnya Selesai?
Pangdam IX/Udayana Serahkan Rumah dan Bantuan kepada Keluarga Prajurit TNI yang Gugur di Lebanon
Menlu Sugiono Tuntut Investigasi Menyeluruh atas Serangan terhadap Prajurit TNI di Lebanon
Penghormatan Terakhir untuk Tiga Prajurit TNI yang Gugur dalam Tugas Perdamaian di Lebanon, Prabowo: Terima Kasih atas Pengabdian Mereka
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru