Waka MPR Soroti Darurat Kesehatan Mental Anak, Minta Kurikulum Pendidikan Segera Diubah
JAKARTA Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong agar aspek kesehatan mental menjadi bagian inti dalam kurikulum pendidikan nasional
NASIONAL
JAKARTA – Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (LAKSAMANA), Samuel F Silaen, melontarkan kritik tajam terhadap penanganan insiden keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang dialami oleh puluhan siswa di Pondok Kelapa, Jakarta Timur.
Insiden ini menyebabkan sejumlah siswa mengeluhkan gejala mual, muntah, diare, hingga demam setelah mengonsumsi makanan dalam program unggulan pemerintah tersebut.
Silaen menegaskan bahwa kejadian ini bukan sekadar kelalaian biasa, melainkan menunjukkan lemahnya sistem pengawasan yang ada.Baca Juga:
Ia menilai bahwa meskipun insiden seperti ini sudah berulangkali terjadi, pemerintah justru tampak tidak sigap dalam menanggulanginya.
"Ini bukan kejadian sepele. Kalau puluhan siswa bisa keracunan dalam satu waktu setelah mengonsumsi makanan bergizi gratis program unggulan pemerintah, berarti ada yang sangat keliru dalam sistem pengawasan dan kontrol kualitasnya," ujar Silaen, Minggu (5/4/2026).
Silaen menyoroti bahwa pemerintah daerah dan instansi terkait tidak seharusnya hanya bersikap reaktif, melakukan pengecekan setelah kejadian.
Ia menegaskan bahwa pengawasan terhadap kualitas makanan yang dibagikan kepada siswa harus dilakukan secara ketat dan menyeluruh sebelum didistribusikan.
"Jangan setiap ada kejadian baru sibuk melakukan pengecekan dan lain sebagainya, keledai saja tidak mau jatuh ke lubang yang sama, padahal keledai itu binatang. Pertanyaannya, pengawasan sebelum makanan itu dibagikan ke anak-anak ke mana? Ini menyangkut keselamatan generasi muda," lanjut Silaen dengan tegas.
Silaen juga memperingatkan bahwa meskipun Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bertujuan untuk meningkatkan gizi siswa, namun implementasinya harus mengedepankan standar keamanan pangan yang ketat.
Tanpa adanya pengelolaan yang baik, ia khawatir program ini malah berpotensi menimbulkan risiko kesehatan jangka panjang bagi siswa, termasuk risiko kanker.
"Programnya bagus, tapi implementasinya tidak boleh asal jalan, ngebet kejar cuan doang. Kalau tidak ada standar higienitas, distribusi yang terkontrol, dan audit rutin, maka program ini bisa berubah menjadi ancaman," tegas Silaen.
Lebih lanjut, Silaen mendesak agar dilakukan investigasi yang transparan dan akuntabel terkait insiden keracunan ini.
JAKARTA Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat mendorong agar aspek kesehatan mental menjadi bagian inti dalam kurikulum pendidikan nasional
NASIONAL
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto mengungkap perjalanan panjang pencak silat yang kini menjadi identitas bangsa dan semakin dikenal dun
SENI DAN BUDAYA
JAKARTA Wakil Ketua Komisi III DPR RI, Ahmad Sahroni, mengakui sempat menyerahkan uang Rp300 juta kepada seorang wanita yang mengaku sebag
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto mendukung penuh upaya agar pencak silat dapat menjadi cabang olahraga yang dipertandingkan di Olimpiade.
OLAHRAGA
JAKARTA Penanganan kasus dugaan korupsi di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat, menuai sorotan. Kejaksaan Negeri Mentawai dinilai bermasala
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkap adik Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, turut diamankan dalam operasi tangkap tangan (
HUKUM DAN KRIMINAL
TAPANULI UTARA Seorang nenek berinisial I alias Yani (63) ditangkap saat hendak menyelundupkan sabu di Bandara Internasional Sisingamangar
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pemerintah Indonesia menyambut positif pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran yang digelar di Islamabad, Pakistan. Negosiasi
INTERNASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto dijadwalkan bertolak ke Rusia pada Minggu (12/4/2026). Dalam kunjungan tersebut, Prabowo akan bertemu Pr
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi mengungkap kasus yang menjerat Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, dalam operasi tangkap tangan (O
HUKUM DAN KRIMINAL