Bobby Nasution Minta Persiapan MTQ ke-40 Sumut Dimatangkan Hingga Detail Teknis
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meminta seluruh jajaran Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur&039an (L
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI - Pemerintah Kota (Pemkot) Tanjungbalai terus memperkuat sinergi antar sektor guna mewujudkan visi Tanjungbalai EMAS (Elok, Maju, Agamis, dan Sejahtera), dengan fokus pada pengelolaan lingkungan hidup, perizinan, dan ketenagakerjaan.
Hal ini disampaikan oleh Wali Kota Tanjungbalai, Mahyaruddin Salim, dalam acara Sosialisasi dan Rapat Koordinasi yang berlangsung di Aula Sutrisno Hadi, Kantor Wali Kota Tanjungbalai, Kamis (2/4/2026).
Kegiatan yang dihadiri oleh perwakilan Kejaksaan Negeri Tanjungbalai, Asisten Ekonomi dan Pembangunan Tajul Abrar Ritonga, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), pelaku usaha, serta masyarakat ini bertujuan untuk membahas masalah pencemaran lingkungan, khususnya yang terjadi di Kecamatan Teluk Nibung.Baca Juga:
Mahyaruddin Salim mengungkapkan bahwa limbah yang dihasilkan dari aktivitas gudang ikan dan sektor industri lainnya telah menjadi salah satu masalah besar yang menimbulkan keluhan masyarakat setempat.
Menurutnya, pencemaran ini memerlukan penyelesaian secara bersama-sama antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.
"Permasalahan pencemaran lingkungan ini harus diselesaikan secara bersama-sama. Dibutuhkan kolaborasi dan keterlibatan semua pihak untuk mencegah dan mengatasi dampak yang ditimbulkan," kata Mahyaruddin dalam sambutannya.
Ia juga menekankan pentingnya pengawasan dan pembinaan terhadap pelaku usaha, terutama di sektor perikanan dan industri, agar mereka patuh terhadap peraturan yang berlaku terkait perizinan, pengelolaan dampak lingkungan, dan ketenagakerjaan.
Pemerintah Kota Tanjungbalai, melalui Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Tenaga Kerja, serta Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP), akan terus bekerja untuk memberikan solusi yang konkret dan berkelanjutan.
Mahyaruddin Salim juga mengingatkan bahwa kolaborasi yang kuat antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat menjadi kunci untuk menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Menurutnya, semua pihak harus mendukung kebijakan pemerintah dalam menekan angka pencemaran lingkungan dan menjaga kualitas hidup masyarakat.
"Seluruh pelaku usaha diharapkan dapat patuh terhadap peraturan yang berlaku, baik dalam hal perizinan, pengelolaan dampak lingkungan, maupun ketenagakerjaan. Ini sangat penting untuk menjaga kelestarian lingkungan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat," tambahnya.
Wali Kota berharap, dengan koordinasi yang berkelanjutan, penanganan masalah lingkungan ini akan berjalan efektif dan memberikan hasil yang nyata.
MEDAN Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution meminta seluruh jajaran Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur&039an (L
PEMERINTAHAN
BEKASI Polisi menetapkan sopir taksi Green SM berinisial RRP sebagai tersangka dalam kasus kecelakaan antara kereta rel listrik (KRL) da
PERISTIWA
JAKARTA Ketua Komisi V DPR RI Lasarus mendesak pemerintah bersama Kementerian Perhubungan (Kemenhub), PT KAI, hingga Komite Nasional Kes
NASIONAL
MEDAN Seorang aparatur sipil negara (ASN) di lingkungan Biro Perekonomian Pemprov Sumatera Utara berinisial FIS ditangkap Polrestabes Me
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendalami dugaan upaya pihak Penyelenggara Ibadah Haji Khusus (PIHK) dalam pengelolaan kuota ha
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO BPI Danantara Sumber Daya Indonesia, Rosan Perkasa Roeslani, mengungkapkan alasan
EKONOMI
JAKARTA Pemerintah resmi menunjuk eks Direktur PT Vale Indonesia Tbk (INCO), Luke Thomas Mahony, sebagai Direktur Utama Danantara Sumber
EKONOMI
JAKARTA Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan Indonesia tidak melakukan komunikasi langsung dengan Israel terkait upaya pembebasan
INTERNASIONAL
JAKARTA Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memilih berhatihati dalam menangani proses pembebasan relawan Warga Negara Indonesia (WNI) yan
INTERNASIONAL
BANDA ACEH Tawuran antar mahasiswa di Universitas Syiah Kuala (USK) Banda Aceh berujung ricuh hingga menyebabkan Gedung Fakultas Pertani
HUKUM DAN KRIMINAL