Bukan Soal Emas 74 Kg! Kubu Febrie Adriansyah Ungkap Fokus Utama di Praperadilan
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
MEDAN – Suasana penuh kekeluargaan menyelimuti acara Halal Bihalal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kota Medan yang digelar di Aula Asrama Haji Medan, Sabtu (4/4/2026).
Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, hadir dalam acara yang dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Anggota DPD RI KH Muhammad Nuh, Ketua DPW PKS Sumut Andi Pramata, Wakil Ketua DPRD Sumut Salman Alfarisi, dan Ketua DPD PKS Kota Medan Anton Simarmata serta Wakil Ketua DPRD Kota Medan H. Rajudin Sagala.
Dalam sambutannya, Wali Kota Medan menekankan pentingnya meninggalkan sekat-sekat politik pasca kontestasi dan memperkuat kolaborasi lintas sektor, termasuk antara pemerintah, legislatif, dan partai politik.Baca Juga:
Menurutnya, kebersamaan dan sinergi merupakan kunci utama dalam membangun Kota Medan yang lebih maju dan sejahtera.
"Kontestasi sudah berakhir. Perbedaan itu biasa, tetapi tujuan kita tetap sama, yaitu membangun kota ini agar lebih maju," ujar Rico Waas dengan semangat.
Rico Waas juga mengapresiasi peran PKS sebagai partai yang memiliki kedisiplinan dan militansi kader yang kuat, serta konsisten memberikan kontribusi bagi masyarakat, khususnya di Kota Medan.
Dalam kesempatan itu, Wali Kota yang didampingi Asisten Pemerintahan dan Sosial Muhammad Sofyan serta Kepala Kesbangpol Andi Mario Siregar, menekankan bahwa pembangunan Kota Medan tidak bisa dilakukan oleh pemerintah semata, namun memerlukan dukungan dari berbagai pihak, termasuk partai politik dan legislatif.
Dalam konteks tersebut, Rico Waas menyampaikan pentingnya untuk mengedepankan keterbukaan pikiran dan hati demi menciptakan perubahan yang signifikan bagi kota ini.
Selain itu, Wali Kota Medan juga berbicara tentang fenomena ketergantungan pada teknologi dan gadget yang semakin berkembang.
Meskipun teknologi dapat memudahkan komunikasi dan koordinasi, Rico Waas mengingatkan agar nilai-nilai fundamental seperti agama, norma, dan etika tidak boleh terkikis oleh kemajuan zaman.
"Kota boleh maju, teknologi boleh berevolusi, tapi agama, norma, dan etika tidak boleh berubah. Tanpa itu, kita tidak ada bedanya dengan robot-robot yang diciptakan manusia di masa depan," ujar Rico Waas dengan penuh keyakinan.
Rico Waas juga berharap kolaborasi antara Pemerintah Kota Medan dan PKS ke depan tidak hanya terjebak pada tataran formalitas atau administratif semata.
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah menegaskan pihaknya tidak m
NASIONAL
JAKARTA Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menyiapkan 5.000 aparatur sipil negara (ASN) Kementerian Kehutanan untuk diperbantukan
NASIONAL
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDIP I Wayan Sudirta mengecam praktik pembakaran hutan dan lahan yang diduga dilakukan untu
NASIONAL
BENER MERIAH Ribuan warga Kabupaten Bener Meriah, Aceh, mengikuti Apel Kebangsaan Indonesia Damai di Gedung Olahraga dan Seni (GORS) Desa
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menyiapkan program pendampingan peningkatan produktivitas bagi 20 perusahaan mulai Septembe
NASIONAL
JAKARTA Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai kemarau yang berpotensi semakin keri
NASIONAL
JAKARTA Universitas Paramadina mempertemukan akademisi, pendidik, praktisi, pembuat kebijakan dan mahasiswa dari Indonesia, Inggris serta
PENDIDIKAN
JAKARTA Pakar kebijakan publik Bonatua Silalahi menempuh jalur sengketa informasi di Komisi Informasi Pusat (KIP) setelah pengaduannya ter
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi II DPR RI Ahmad Doli Kurnia Tandjung menindaklanjuti kasus dugaan kekerasan terhadap dua anak di Sidikalang, Kabupate
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Kuasa hukum mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung Febrie Adriansyah mengklaim menemukan 40 kete
NASIONAL