Kecelakaan Beruntun Angkot KUPM dan 2 Truk di Jalinsum Sergai: Sopir Meninggal, 9 Luka-luka
SERDANG BEDAGAI Kecelakaan beruntun yang melibatkan angkutan umum (angkot) KUPM dan dua truk terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) M
PERISTIWA
JAKARTA — Istana Kepresidenan merespons santai video viral pengamat politik Saiful Mujani yang menyinggung soal "menjatuhkan" Presiden Prabowo Subianto.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menyatakan kepala negara saat ini lebih fokus pada agenda strategis pemerintahan.
"Saya masih banyak sekali pekerjaan. Saya belum lihat beliau bicara apa. Gitu kira-kira," kata Teddy di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 7 April 2026.Baca Juga:
Teddy menegaskan, Presiden tidak terfokus pada polemik yang berkembang di media sosial.
Menurut dia, Prabowo tengah berkonsentrasi pada isu-isu besar yang berkaitan dengan kepentingan nasional.
"Bapak Presiden ngurusin hal besar. Lagi fokus dengan hal-hal yang lebih strategis," ujarnya.
Pernyataan ini muncul setelah Saiful Mujani mengunggah kritik di media sosial X yang menyinggung program pemerintah sebagai "pork barrel politics" atau politik gentong babi.
Kritik tersebut memperkuat perhatian publik terhadap potongan video lama yang kembali beredar.
Dalam video yang viral, Saiful Mujani menyebut perlunya konsolidasi untuk menjatuhkan Prabowo sebagai alternatif di luar mekanisme formal seperti pemakzulan.
Pernyataan itu memicu perdebatan luas di ruang publik.
Menanggapi polemik tersebut, Saiful Mujani sebelumnya telah memberikan klarifikasi.
Ia menyebut pernyataan itu disampaikan dalam forum diskusi halalbihalal bersama sejumlah akademisi dan pengamat politik.
Menurut dia, konteks pernyataan tersebut adalah kritik terhadap situasi politik dan respons atas pernyataan Presiden yang ingin menertibkan pengamat.
Ia menegaskan bahwa apa yang disampaikannya merupakan bagian dari kebebasan berpendapat yang dijamin konstitusi.
"Pernyataan itu adalah sikap politik sebagai warga negara dan akademisi," kata Saiful.
Ia juga membantah tudingan bahwa pernyataannya mengandung unsur makar.
Menurut dia, istilah makar memiliki definisi hukum yang tidak berkaitan dengan ekspresi opini atau kritik politik.
Polemik ini menambah dinamika diskursus publik mengenai batas kritik dan kebebasan berpendapat di era pemerintahan Prabowo, di tengah tingginya intensitas perdebatan politik di media sosial.*
(d/ad)
SERDANG BEDAGAI Kecelakaan beruntun yang melibatkan angkutan umum (angkot) KUPM dan dua truk terjadi di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) M
PERISTIWA
JAKARTA Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menghormati proses hukum yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait du
NASIONAL
MEDAN Polda Sumatera Utara (Sumut) menggerebek lokasi yang diduga menjadi tempat peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Gang Jati, Kelura
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Suroso Isnandar resmi ditunjuk sebagai Direktur Utama (Dirut) PT PLN (Persero), menggantikan Darmawan Prasodjo melalui Rapat Umum
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menjadwalkan pemeriksaan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/B
NASIONAL
JAKARTA Terdakwa Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa kembali menjalani sidang kasus dugaan fitnah dan pencemaran nama baik terkait isu ija
NASIONAL
YOGYAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan lima orang sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan barang dan jasa yang
NASIONAL
JAKARTA Darmawan Prasodjo tak lagi menjabat sebagai Direktur Utama PT PLN (Persero). Posisinya digantikan oleh Suroso Isnandar melalui Rap
EKONOMI
BANDA ACEH Prakiraan cuaca Aceh pada Kamis, 15 Oktober 2026, menunjukkan kondisi yang beragam di sejumlah kabupaten dan kota. Hujan ringan
NASIONAL
MEDAN Prakiraan cuaca Sumatera Utara pada Kamis, 15 Oktober 2026, menunjukkan seluruh kabupaten dan kota berpotensi mengalami hujan ringan
NASIONAL