BREAKING NEWS
Sabtu, 01 Agustus 2026

Ketua ICMI Aceh Dorong Reboisasi Hutan untuk Tekan Risiko Bencana

T.Jamaluddin - Senin, 04 Mei 2026 07:26 WIB
Ketua ICMI Aceh Dorong Reboisasi Hutan untuk Tekan Risiko Bencana
Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Aceh, Taqwaddin Husin saat melakukan kunjungan lapangan ke kawasan Dataran Tinggi Gayo pada Sabtu, 2 Mei 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

ACEH - Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Aceh, Taqwaddin Husin, menekankan pentingnya percepatan reboisasi hutan di wilayah dataran tinggi Aceh.

Upaya ini dinilai mendesak untuk memulihkan fungsi ekologis sekaligus mengurangi risiko bencana alam seperti banjir dan tanah longsor.

Pernyataan tersebut disampaikan Taqwaddin saat melakukan kunjungan lapangan ke kawasan Dataran Tinggi Gayo pada Sabtu, 2 Mei 2026.

Baca Juga:

Ia didampingi sejumlah pengurus daerah ICMI Aceh Tengah serta akademisi dari Universitas Gajah Putih.

Menurut Taqwaddin, kondisi hutan yang mengalami degradasi di wilayah hulu perlu segera ditangani melalui program penanaman kembali secara sistematis.

"Reboisasi penting untuk memulihkan fungsi ekologis, hidrologis, serta menjaga keanekaragaman hayati. Ini juga bagian dari upaya mencegah banjir, longsor, dan mengurangi dampak pemanasan global," ujarnya.

Dalam kunjungan tersebut, Taqwaddin bersama rombongan juga melakukan diskusi terbatas dengan pengurus ICMI Aceh Tengah.

Ia didampingi antara lain oleh Yusny Saby dan Agustin Hanafi. Selain itu, mereka turut menyerahkan wakaf Alquran kepada masyarakat terdampak bencana banjir dan longsor.

Pada kesempatan itu, pengurus ICMI Aceh Tengah mengusulkan penyelenggaraan seminar internasional kebencanaan di Takengon dalam rangka memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia.

Seminar tersebut direncanakan menghadirkan narasumber dari berbagai negara, termasuk Bahrain, Malaysia, Jepang, dan Indonesia.

Menanggapi rencana tersebut, Taqwaddin yang juga dosen pada program Magister Ilmu Kebencanaan di Universitas Syiah Kuala menekankan pentingnya pendekatan hulu-hilir dalam penanggulangan bencana.

Ia mengingatkan agar pembahasan tidak hanya berfokus pada dampak di hilir, tetapi juga menyasar perbaikan ekosistem di kawasan hulu seperti hutan dan daerah aliran sungai.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Pemerintah Aceh Kebut Rehabilitasi Lahan Pertanian Pascabencana, Anggaran Tembus Rp380 Miliar
Prakiraan Cuaca Aceh Hari Ini, Senin 4 Mei 2026: Sebagian Besar Wilayah Hujan Ringan
Prakiraan Cuaca Aceh Hari Ini, Minggu 3 Mei 2026: Sebagian Besar Wilayah Hujan Ringan
4 Pelaku Pembunuhan Lansia di Pekanbaru Akhirnya Ditangkap, Polisi Kejar hingga Sumut dan Aceh!
Wagub Fadhlullah Perkuat Sinergi Ulama–Umara dalam Pembangunan, Bahas Peran Strategis Dayah untuk Masa Depan Aceh
Sekolah Muhammadiyah Aceh Harus Bangkit Usai Bencana!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru