BREAKING NEWS
Kamis, 21 Mei 2026

Satgas PRR Percepat Pembangunan Sumur Bor dan MCK, Akses Air Bersih Penyintas Capai 1.500 Titik

Raman Krisna - Kamis, 21 Mei 2026 07:43 WIB
Satgas PRR Percepat Pembangunan Sumur Bor dan MCK, Akses Air Bersih Penyintas Capai 1.500 Titik
Satgas PRR Pascabencana Sumatera terus mempercepat pembangunan sumur bor, instalasi air bersih, serta fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) untuk menopang kebutuhan dasar masyarakat terdampak. (foto: Kodam Iskandar Muda)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Upaya pemulihan pascabencana di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus dikebut melalui penyediaan akses air bersih bagi para penyintas.

Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mempercepat pembangunan sumur bor, instalasi air bersih, dan fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) di berbagai titik pengungsian dan hunian tetap.

Berdasarkan data Satgas PRR per 19 Mei 2026, total dukungan pembangunan sumur bor dan fasilitas air bersih telah mencapai lebih dari 1.500 titik di tiga provinsi terdampak.

Baca Juga:

Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan akhir Maret 2026 yang tercatat sebanyak 958 titik selesai dibangun, sementara 548 lainnya masih dalam proses atau meningkat sekitar 59 persen.

Peningkatan ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi di tengah proses rehabilitasi dan rekonstruksi.

Di berbagai lokasi hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap), fasilitas air bersih menjadi penopang utama aktivitas harian warga, mulai dari memasak, mencuci, hingga menjaga sanitasi lingkungan.

Selain sumur bor, pemerintah juga mempercepat pembangunan MCK, distribusi instalasi air bersih, pengerahan alat berat, hingga penyediaan alat penjernih air.

Program ini melibatkan berbagai instansi, antara lain TNI AD, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kepolisian RI, serta dukungan pihak swasta.

Data menunjukkan TNI AD telah membangun 489 titik sumur bor dan 231 unit MCK di wilayah terdampak.

Sementara itu, BNPB menyumbang 313 titik, Kementerian PU 350 titik, dan Polri 371 titik sumur bor di Aceh, Sumut, dan Sumbar.

Wakil Ketua I Satgas PRR, Letjen TNI Richard Tampubolon, mengatakan percepatan pembangunan dilakukan berdasarkan kebutuhan mendesak masyarakat, terutama akses air bersih yang banyak terdampak kerusakan infrastruktur akibat bencana.

"Dari masukan BPBD provinsi dan kabupaten, yang paling dibutuhkan masyarakat adalah air bersih," ujar Richard saat meninjau hunian sementara dan hunian tetap di Rusunawa Pandan, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Selasa (19/5/2026).

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Tertib Pajak Demi Batu Bara Maju! Razia Terpadu PKB Digelar di Kecamatan Lima Puluh
Bapenda Batu Bara Uji Coba Virtual Account, Pembayaran Pajak Kini Lebih Mudah dan Modern
Bapenda Batu Bara Gandeng Kejari, Perkuat Optimalisasi PAD dan Kepatuhan Pajak Daerah
Prakiraan Cuaca Aceh Hari Ini, Kamis 21 Mei 2026: Sebagian Besar Wilayah Berawan
Prakiraan Cuaca Sumut Hari Ini, Kamis 21 Mei 2026: Sebagian Besar Wilayah Berawan
Kemensos Siapkan Dana Rp1 Triliun Lebih untuk Pemulihan Aceh, Sumut, dan Sumbar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru