Satgas PRR Pascabencana Sumatera terus mempercepat pembangunan sumur bor, instalasi air bersih, serta fasilitas mandi, cuci, kakus (MCK) untuk menopang kebutuhan dasar masyarakat terdampak. (foto: Kodam Iskandar Muda)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
Berdasarkan data Satgas PRR per 19 Mei 2026, total dukungan pembangunan sumur bor dan fasilitas air bersih telah mencapai lebih dari 1.500 titik di tiga provinsi terdampak.
Jumlah tersebut meningkat signifikan dibandingkan akhir Maret 2026 yang tercatat sebanyak 958 titik selesai dibangun, sementara 548 lainnya masih dalam proses atau meningkat sekitar 59 persen.
Peningkatan ini dilakukan untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi di tengah proses rehabilitasi dan rekonstruksi.
Di berbagai lokasi hunian sementara (huntara) maupun hunian tetap (huntap), fasilitas air bersih menjadi penopang utama aktivitas harian warga, mulai dari memasak, mencuci, hingga menjaga sanitasi lingkungan.
Selain sumur bor, pemerintah juga mempercepat pembangunanMCK, distribusi instalasi air bersih, pengerahan alat berat, hingga penyediaan alat penjernih air.
Program ini melibatkan berbagai instansi, antara lain TNI AD, Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kepolisian RI, serta dukungan pihak swasta.
Data menunjukkan TNI AD telah membangun 489 titik sumur bor dan 231 unit MCK di wilayah terdampak.
Sementara itu, BNPB menyumbang 313 titik, Kementerian PU 350 titik, dan Polri 371 titik sumur bor di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
Wakil Ketua I SatgasPRR, Letjen TNI Richard Tampubolon, mengatakan percepatan pembangunan dilakukan berdasarkan kebutuhan mendesak masyarakat, terutama akses air bersih yang banyak terdampak kerusakan infrastruktur akibat bencana.
"Dari masukan BPBD provinsi dan kabupaten, yang paling dibutuhkan masyarakat adalah air bersih," ujar Richard saat meninjau hunian sementara dan hunian tetap di Rusunawa Pandan, Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, Selasa (19/5/2026).