BREAKING NEWS
Senin, 01 Juni 2026

KPK: Semakin Kuat Implementasi Nilai Pancasila, Semakin Sempit Ruang Korupsi

Dharma - Senin, 01 Juni 2026 09:41 WIB
KPK: Semakin Kuat Implementasi Nilai Pancasila, Semakin Sempit Ruang Korupsi
Upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 1 Juni 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggelar upacara peringatan Hari Lahir Pancasila di halaman Gedung Merah Putih KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, Senin, 1 Juni 2026.

Upacara tersebut diikuti seluruh pegawai KPK dengan Wakil Ketua KPK Johanis Tanak bertindak sebagai inspektur upacara.

Dalam kesempatan itu, Tanak membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Yudian Wahyudi yang menekankan pentingnya menjadikan Pancasila sebagai nilai yang hidup dalam kehidupan berbangsa.

Baca Juga:

Ia mengajak masyarakat, khususnya generasi muda, untuk tidak memandang Pancasila sekadar simbol formal, melainkan sebagai pedoman moral yang nyata.

"Sebagai bangsa yang besar, kita terus menunjukkan kepemimpinan nyata. Kontribusi pasukan perdamaian Indonesia di bawah bendera Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), peran kita dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi kita dalam menyuarakan keadilan bagi bangsa-bangsa terjajah adalah pengejawantahan dari sila kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab," kata Tanak dalam amanatnya.

Ia menambahkan, Indonesia berkomitmen mendorong terciptanya perdamaian dunia yang tidak hanya berarti ketiadaan konflik, tetapi juga hadirnya keadilan bagi seluruh umat manusia.

Sementara itu, Juru Bicara KPK Budi Prasetyo menegaskan bahwa peringatan Hari Lahir Pancasila menjadi pengingat penting bagi lembaga antirasuah tersebut dalam memperkuat tata kelola pemerintahan yang bersih dan berintegritas.

Menurut dia, nilai-nilai Pancasila memiliki keterkaitan langsung dengan upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.

"Pemberantasan korupsi pada hakikatnya merupakan wujud nyata pengamalan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa dan bernegara," ujar Budi.

Ia menjelaskan, praktik korupsi bertentangan dengan sila pertama Pancasila, yakni Ketuhanan Yang Maha Esa, karena mengabaikan nilai kejujuran, amanah, dan tanggung jawab.

Korupsi, kata dia, lahir dari penyalahgunaan kepercayaan dan pengabaian terhadap nilai moral yang seharusnya menjadi pedoman penyelenggara negara.

"KPK memandang bahwa memperingati Hari Lahir Pancasila tidak cukup hanya melalui seremonial, tetapi juga dengan memperkuat komitmen kolektif untuk menanamkan nilai integritas dalam setiap aspek kehidupan," kata Budi.

Ia menambahkan, semakin kuat implementasi nilai Pancasila dalam kehidupan bernegara, semakin kecil pula ruang bagi praktik korupsi untuk tumbuh dan berkembang.

Peringatan Hari Lahir Pancasila di KPK tahun ini menjadi bagian dari agenda nasional untuk memperkuat kembali ideologi negara di tengah tantangan global dan dinamika tata kelola pemerintahan.*


(kmd/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
KPK Terbitkan Surat Edaran Pencegahan Korupsi dalam SPMB 2026, Siswa Titipan dan Pungli Dilarang
KPK Ungkap “Politik Outsourcing” Bupati Pekalongan Nonaktif Fadia Arafiq
BPIP Sebut 4 Mantan Wapres Hadir di Upacara Harlah Pancasila, JK Dipastikan Datang
Majelis Etik: Jaksa Agung Sebut Eks Ketua Ombudsman Hery Susanto Terlibat 14 Dugaan Kasus Korupsi
Jokowi hingga Gibran Akan Hadiri Upacara Harlah Pancasila, PDIP: Megawati Insyaallah Hadir
Jusuf Muda Dalam: Menteri Bank Sentral Era Soekarno yang Hidup Mewah di Tengah Krisis, Divonis Mati karena Skandal Korupsi Terbesar 1960-an
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru