BREAKING NEWS
Senin, 01 Juni 2026

Toa Masjid Kampus vs Kedaulatan Digital: Siapa Musuh Bangsa Sebenarnya?

BITV Admin - Senin, 01 Juni 2026 07:36 WIB
Toa Masjid Kampus vs Kedaulatan Digital: Siapa Musuh Bangsa Sebenarnya?
Dr. Suriyanto.Pd.,SH.,MH.,Mkn, seorang Akademisi/Praktisi Hukum. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Oleh: Dr. Suriyanto.Pd.,SH.,MH.,Mkn.

SETELAH Reformasi Gagal, Kita Harus Pilih: Ribut di Bundaran atau Menang di Perang Algoritma

Toa Masjid Kampus sudah berbunyi selama 26 tahun.

Baca Juga:

Hasilnya? Kita menang dalam kebebasan, tetapi kalah pada kedaulatan.

Mahasiswa bebas berteriak "turunkan Presiden" di Bundaran UGM. Tapi 93% data 280 juta WNI lewat kabel Singapura.

Bebas demo, tetapi tidak bebas dari algoritma TikTok yang mendikte anak-anak SD. Hal ini bukan demokrasi. Tapi ilusi kemerdekaan di dalam kandang digital asing.

Musuh hari ini tidak gunakan laras panjang. Musuh saat ini pakai machine learning. Musuh tidak menduduki Istana.

Musuh duduki FYP, duduki server, duduki otak generasi muda lewat dopamine loop. Ketua BEM teriak ke arah Monas, padahal peluru kendali algoritma ditembakkan dari Palo Alto dan Beijing.

Salah sasaran 26 tahun. Itulah dosa Toa Masjid Kampus pasca-Reformasi.


Data adalah minyak baru. Dan kita adalah Nigeria-nya era digital. Punya cadangan data terbesar se-ASEAN, tetapi kilangnya di luar negeri.

BPJS bocor, Dukcapil dijual, transaksi Gojek-Grab dianalisis di AS.

Negara tidak bisa apa-apa karena setiap mau bertindak, Toa Masjid Kampus berteriak "otoriter!", "HAM!", "langgar demokrasi!". Hasilnya? Kita puasa data, asing pesta data paham ya.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Hari Tri Suci Waisak 2026, Rico Waas Ajak Warga Medan Perkuat Toleransi dan Sebarkan Cahaya Kebaikan
Satgas PRR Perkuat Layanan Air Bersih Pascabencana di Sumatera, SPAM Karang Baru Ditargetkan Rampung Agustus 2026
Tim U-19 Thailand dan Malaysia Jalani Latihan di Stadion Teladan
Budi Arie: Pak Jokowi Keliling Saja Sudah Heboh, Padahal Hanya Ingin Mendengar dan Menyapa Rakyat
Kyai Said Aqil Siroj: Hawa Nafsu Lebih Sulit Dilawan daripada Godaan Setan
Jokowi Keliling Indonesia Mulai Juni 2026, Pengamat: Ahli Pencitraan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru