BREAKING NEWS
Kamis, 01 Oktober 2026

Kapolda Aceh Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila Fondasi Persatuan dan Perdamaian Dunia

T.Jamaluddin - Senin, 01 Juni 2026 13:53 WIB
Kapolda Aceh Pimpin Upacara Hari Lahir Pancasila 2026, Tegaskan Pancasila Fondasi Persatuan dan Perdamaian Dunia
Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Mapolda Aceh, Senin, 1 Juni 2026. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDA ACEH – Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang berlangsung di Lapangan Mapolda Aceh, Senin, 1 Juni 2026.

Upacara tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen seluruh personel kepolisian dalam mengamalkan nilai-nilai Pancasila di tengah dinamika kehidupan berbangsa dan tantangan global yang semakin kompleks.

Dalam upacara itu, Kapolda Aceh bertindak sebagai inspektur upacara dan membacakan amanat tertulis Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), Yudian Wahyudi.

Baca Juga:

Hadir dalam kegiatan tersebut Wakapolda Aceh Brigjen Pol. Ari Wahyu Widodo, Irwasda Polda Aceh, para pejabat utama, perwira menengah, perwira pertama, bintara, tamtama, serta aparatur sipil negara di lingkungan Polda Aceh.

Mengusung tema "Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia", peringatan Hari Lahir Pancasila tahun ini menegaskan bahwa nilai-nilai Pancasila tidak hanya relevan dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia, tetapi juga memiliki kontribusi penting dalam menciptakan perdamaian dunia yang berkelanjutan.

Dalam amanat yang dibacakan Kapolda Aceh, Yudian Wahyudi menegaskan bahwa Hari Lahir Pancasila bukan sekadar peringatan seremonial tahunan.

Momentum tersebut menjadi refleksi bersama untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Menurut Yudian, Pancasila telah terbukti menjadi "bintang penuntun" yang menjaga persatuan Indonesia di tengah keberagaman suku, agama, budaya, dan bahasa.

Dengan lebih dari 17 ribu pulau dan ratusan kelompok etnis, Indonesia mampu tetap berdiri kokoh sebagai bangsa yang bersatu karena berpegang pada nilai-nilai Pancasila.

"Pancasila menjadi jangkar moral bangsa dalam menghadapi berbagai tantangan global, mulai dari disrupsi teknologi hingga dinamika geopolitik dunia," demikian amanat yang dibacakan Kapolda Aceh.

Selain menjadi fondasi persatuan nasional, Pancasila juga dinilai menjadi pedoman Indonesia dalam menjalankan politik luar negeri bebas aktif.

Melalui berbagai misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), keterlibatan dalam penyelesaian konflik regional, serta konsistensi memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang tertindas, Indonesia dinilai telah mengimplementasikan nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab.

Dalam amanat tersebut, generasi muda juga diajak menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup atau living ideology dalam kehidupan sehari-hari.

Nilai-nilai Pancasila tidak boleh berhenti sebagai simbol atau hafalan semata, tetapi harus diwujudkan dalam sikap toleransi, gotong royong, dan semangat persatuan.

Kepala BPIP turut mengingatkan para pemimpin di tingkat pusat maupun daerah agar memastikan setiap kebijakan publik berlandaskan keadilan sosial, menjamin hak-hak masyarakat, serta melindungi kelompok rentan.

Seluruh elemen bangsa juga diajak untuk terus melawan intoleransi, radikalisme, dan berbagai tindakan yang berpotensi mengganggu harmoni kehidupan kebangsaan.

Mengakhiri amanatnya, Yudian mengajak seluruh rakyat Indonesia untuk meneguhkan kembali komitmen terhadap Pancasila sebagai dasar negara sekaligus panduan dalam membangun masa depan bangsa.

Upacara berlangsung khidmat dan menjadi pengingat bahwa pengamalan nilai-nilai Pancasila merupakan tanggung jawab seluruh elemen bangsa, termasuk institusi kepolisian dalam menjalankan tugas menjaga keamanan, ketertiban, dan persatuan nasional.*


(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bobby Nasution: Pancasila Bukan Hanya untuk Indonesia, Tapi Relevan bagi Dunia
Ikuti Amanat Presiden Prabowo, Rico Waas Perkuat Pengamalan Pancasila di Lingkungan Pemko Medan
Hasto Kristiyanto Sebut Utang Negara Mengkhawatirkan: Gali Lubang, Tutup Lubang
Rico Waas: Nilai Pancasila Harus Hidup dalam Pelayanan Publik di Kota Medan
Prabowo Bongkar Ancaman di Balik Transformasi Indonesia: Koruptor Bisa Melawan
Prabowo: Rakyat Jangan Lagi Jadi Penonton di Atas Kekayaan Alam Sendiri
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru