BREAKING NEWS
Minggu, 02 Agustus 2026

KSP Dudung: Prabowo Ingin Program MBG Bebas Korupsi dan Penyimpangan

Nurul - Rabu, 03 Juni 2026 14:44 WIB
KSP Dudung: Prabowo Ingin Program MBG Bebas Korupsi dan Penyimpangan
Presiden Prabowo Subianto saat meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 111 Jakarta, Selasa, 2 Juni 2026. (foto: BPMI Setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Kepala Staf Kepresidenan, Dudung Abdurachman, menegaskan Presiden Prabowo Subianto menginginkan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) berjalan transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi maupun penyimpangan.

Pernyataan itu disampaikan menyusul pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN) yang dilakukan Presiden sebagai bagian dari evaluasi terhadap program strategis nasional tersebut.

Dudung mengatakan seluruh anggaran yang dialokasikan negara untuk Program Makan Bergizi Gratis harus benar-benar digunakan untuk kepentingan masyarakat dan tidak boleh dimanfaatkan untuk keuntungan individu maupun kelompok tertentu.

Baca Juga:

"Keinginan Bapak Presiden bahwa ini uang rakyat yang harus betul-betul dikawal. Tidak ada terjadinya korupsi, tidak ada penyimpangan, tidak ada menguntungkan kepentingan perseorangan, kelompok maupun golongan, tetapi benar-benar untuk kepentingan rakyat," kata Dudung di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 3 Juni 2026.

Menurut Dudung, Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu instrumen penting dalam upaya pemerintah meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.

Karena itu, tata kelola program harus dilakukan secara profesional dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.

Mantan Kepala Staf TNI Angkatan Darat itu menilai pergantian pimpinan di Badan Gizi Nasional merupakan langkah yang tepat untuk memperkuat tata kelola lembaga sekaligus memastikan program berjalan sesuai tujuan yang ditetapkan pemerintah.

"Saya yakin langkah ini untuk perbaikan ke depan sehingga BGN semakin transparan dan akuntabel dalam menjalankan tugasnya," ujarnya.

Dudung juga menyebut Presiden telah melakukan pemantauan dan menerima berbagai masukan sebelum mengambil keputusan melakukan perubahan struktur pimpinan di Badan Gizi Nasional.

"Saya rasa Presiden sudah mendapatkan berbagai masukan sebelum mengambil keputusan tersebut," katanya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memutuskan mengganti jajaran pimpinan Badan Gizi Nasional setelah melakukan evaluasi terhadap kinerja lembaga tersebut selama sekitar satu setengah tahun terakhir.

Dalam keputusan tersebut, Kepala BGN Dadan Hindayana diberhentikan dari jabatannya bersama dua wakil kepala BGN, yakni Irjen Pol (Purn) Sony Sonjaya dan Mayjen TNI (Purn) Lodewyk Pusung.

Sebagai pengganti, Presiden menunjuk Nanik S. Deyang yang sebelumnya menjabat Wakil Kepala BGN untuk memimpin lembaga tersebut.

Nanik akan didampingi dua wakil kepala baru, yakni Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan keputusan pergantian pimpinan BGN diambil setelah Presiden melakukan monitoring dan evaluasi secara menyeluruh terhadap pelaksanaan program-program yang berada di bawah koordinasi lembaga tersebut.

"Selama kurang lebih hampir satu setengah tahun melakukan monitoring dan evaluasi, Presiden mengambil keputusan untuk melakukan pergantian pimpinan Badan Gizi Nasional," kata Prasetyo dalam konferensi pers di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta.

Program Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu program prioritas pemerintahan Prabowo yang bertujuan meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak dan kelompok rentan, sekaligus mendukung pembangunan sumber daya manusia Indonesia yang lebih sehat dan produktif.*


(km/ad)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
KPK OTT di Jakarta Barat! Belasan Orang Termasuk Kepala Kantor Imigrasi Diamankan, Diduga Terkait Suap Izin Tinggal WNA
Eks Kepala BGN Dadan Hindayana Dikabarkan Diperiksa Kejagung saat Penggeledahan Berlangsung
Kejagung Geledah Kantor BGN: Karyawan Tak Bisa Masuk, Ruang Pimpinan Jadi Sasaran
Ahmad Sahroni Dukung Kejagung Usut Dugaan Korupsi Program MBG di BGN
KPK Lakukan OTT ke-11 Tahun 2026 di Imigrasi Jakarta Barat
Usai Pergantian Pimpinan, Kejagung Geledah Kantor BGN!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru