BREAKING NEWS
Minggu, 02 Agustus 2026

Prabowo Perluas Cek Kesehatan Gratis dan Perkuat Penanganan TBC Nasional

Adelia Syafitri - Rabu, 10 Juni 2026 10:23 WIB
Prabowo Perluas Cek Kesehatan Gratis dan Perkuat Penanganan TBC Nasional
Presiden Prabowo Subianto saat bertemu Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (9/6/2026). (Foto: Sekretariat Presiden)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Presiden Prabowo Subianto terus memperkuat transformasi sektor kesehatan nasional melalui perluasan Program Cek Kesehatan Gratis (CKG), percepatan penanganan tuberkulosis (TBC), serta peningkatan kualitas layanan kesehatan di berbagai daerah di Indonesia.

Kebijakan tersebut disampaikan setelah Presiden Prabowo menerima laporan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin terkait perkembangan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) atau quick win serta sejumlah program unggulan kesehatan di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (9/6/2026).

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, pemerintah kini tidak hanya fokus pada deteksi dini penyakit melalui Program CKG, tetapi juga memperluas layanan pengobatan dan pemantauan kesehatan secara gratis bagi masyarakat.

Baca Juga:

"Tidak hanya berhenti pada deteksi dini, program CKG mulai tahun ini memprioritaskan upaya pengobatan dan penyembuhan oleh petugas puskesmas dengan pemberian obat dan monitoring gratis kepada masyarakat yang mengalami hipertensi dan diabetes," ujar Teddy dalam keterangan tertulis, Rabu (10/6/2026).

Menurutnya, Program Cek Kesehatan Gratis telah mencatat lebih dari 70 juta pemeriksaan kesehatan sepanjang tahun 2025. Sementara hingga pertengahan 2026, program tersebut telah menjangkau sekitar 42,3 juta peserta yang tersebar di 38 provinsi.

Selain memperluas cakupan layanan kesehatan, pemerintah juga memperkuat strategi penanggulangan TBC yang masih menjadi salah satu tantangan kesehatan terbesar di Indonesia.

Teddy menjelaskan, sepanjang tahun ini sebanyak 1,08 juta kasus TBC berhasil terdeteksi berkat peningkatan pelacakan dan pemeriksaan kesehatan di masyarakat.

"Semakin banyak yang terdeteksi maka semakin mudah dan cepat pula untuk diobati," katanya.

Pemerintah juga menghadirkan inovasi layanan one stop service (OSS) di puskesmas, di mana proses skrining, diagnosis, hingga pengobatan TBC dapat dilakukan dalam satu hari di fasilitas kesehatan yang sama.

Di sektor pelayanan kesehatan daerah, pemerintah tengah menjalankan program peningkatan kualitas 66 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) yang berada di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Dari target pembangunan tahun 2025, sebanyak 20 dari 22 RSUD telah selesai dibangun dan 10 rumah sakit di antaranya sudah mulai beroperasi melayani masyarakat.

Sementara itu, pada tahun 2026 sebanyak 14 dari 20 RSUD yang direncanakan telah memasuki tahap pembangunan, sedangkan 24 RSUD lainnya akan dilanjutkan pada tahun 2027.

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IHSG Bangkit ke Level 5.800, Saham Perbankan Jadi Motor Penguatan Bursa
Ranjana Muhtasya Binti Saharuddin Ucapkan Selamat kepada Said Iqbal atas Pengangkatan sebagai Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan
Sate Kelinci Halal atau Haram? Ini Penjelasan Ulama dan Dalil dalam Islam
Indonesia Tantang Australia di Semifinal Piala AFF U-19, Stadion Utama Sumut Siap Bergemuruh
BI Ungkap 5 Alasan Rupiah Bisa Menguat ke Rp16.800-Rp17.500 per Dolar AS pada 2027
Garuda Menang! Indonesia Tundukkan Mozambik 1-0 di GBK, Tambah Poin FIFA Jadi 1157,14
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru