620 Personel Gabungan Amankan Demo Mahasiswa di DPRD Sumut, Armoured Water Cannon Disiagakan
MEDAN Ratusan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Sumatera Utara menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumut, Jalan Ima
PERISTIWA
MEDAN – Kemampuan berbahasa Mandarin dinilai tidak lagi cukup untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja yang semakin global.
Generasi muda kini dituntut memiliki kemampuan komunikasi lintas budaya agar mampu menjadi penghubung antara Indonesia dan Tiongkok yang hubungan ekonominya terus berkembang.
Pesan tersebut disampaikan praktisi komunikasi Wendelyn Leo dalam workshop bertajuk "Beyond Translation: How Language, Communication, and Public Speaking Shape Reputation" yang diikuti mahasiswa Program Studi Sarjana Terapan Bahasa Mandarin untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional Universitas Prima Indonesia (UNPRI), Jumat, 12 Juni 2026.Baca Juga:
Dalam kegiatan tersebut, Wendelyn menjelaskan bahwa tantangan terbesar dalam komunikasi internasional bukan hanya soal kemampuan menerjemahkan bahasa, melainkan memahami perbedaan cara berpikir, budaya komunikasi, serta ekspektasi dari masing-masing pihak.
"Banyak orang mengira kemampuan bahasa adalah tujuan akhir. Padahal di dunia profesional, bahasa hanyalah alat. Yang lebih penting adalah bagaimana bahasa digunakan untuk membangun pemahaman, kepercayaan, dan hubungan antara pihak-pihak yang memiliki latar belakang berbeda," kata Wendelyn.
Mantan jurnalis yang kini berkarier di bidang komunikasi korporat itu menjelaskan bahwa komunikasi memiliki peran besar dalam membentuk citra dan reputasi individu maupun organisasi.
Menurut dia, satu kata atau kalimat yang disampaikan dengan cara yang tepat dapat memengaruhi cara publik memandang seseorang maupun sebuah institusi.
Melalui sejumlah studi kasus internasional, peserta diajak memahami proses penyusunan strategi komunikasi, mulai dari menentukan pesan utama, mengenali audiens, membaca tren, membangun narasi, hingga menciptakan hubungan yang baik dengan publik.
Wendelyn menilai mahasiswa yang memiliki kemampuan bahasa Mandarin berada pada posisi strategis karena dapat memahami dua budaya sekaligus.
"Peran kalian bukan hanya menerjemahkan bahasa. Kalian juga bisa menjadi jembatan yang membantu kedua pihak saling memahami cara berpikir, cara berkomunikasi, dan ekspektasi yang berbeda. Kemampuan itulah yang semakin dibutuhkan di dunia kerja saat ini," ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris Program Studi Sarjana Terapan Bahasa Mandarin untuk Komunikasi Bisnis dan Profesional UNPRI, Mei Lisa, B.Ed., MTCSOL, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memperkuat kompetensi mahasiswa di luar kemampuan kebahasaan.
Menurut dia, penguasaan bahasa harus diimbangi dengan kemampuan komunikasi yang baik agar pesan yang disampaikan dapat diterima secara tepat oleh lawan bicara.
MEDAN Ratusan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi di Sumatera Utara menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Sumut, Jalan Ima
PERISTIWA
JAKARTA Partai Gerindra menolak tuntutan sejumlah mahasiswa yang meminta Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dihentikan. Partai pendukung
NASIONAL
MEDAN Keceriaan terlihat dari wajah ratusan anak Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) saat mengikuti kegiatan Pemberian Makanan Tambahan (PM
KESEHATAN
MEDAN Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap meminta seluruh jajaran Pemerintah Kota Medan bergerak cepat menyiapkan berbagai kebut
PEMERINTAHAN
BATU BARA Pemerintah Kecamatan Tanjung Tiram terus berupaya memperkuat keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) di wilayahnya. Sal
PEMERINTAHAN
ACEH BESAR Mahasiswa Program Doktor Ilmu Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Very Julianto, M.Psi., Psikolog, melakukan penelitian
NASIONAL
JAKARTA Perhimpunan Donor Darah Indonesia (PDDI) DKI Jakarta memperingati Hari Donor Darah Sedunia (HDDS) 2026 dengan menggelar kegiatan
KESEHATAN
JAKARTA Kejaksaan Agung menyerahkan uang senilai Rp1,029 triliun kepada Kementerian Keuangan yang berasal dari hasil lelang barang rampa
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Kemampuan berbahasa Mandarin dinilai tidak lagi cukup untuk menghadapi kebutuhan dunia kerja yang semakin global. Generasi muda ki
NASIONAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas secara resmi melepas sebanyak 1.547 petugas Sensus Ekonomi 2026 dalam kegiatan Pencananga
PEMERINTAHAN