BREAKING NEWS
Senin, 15 Juni 2026

Mahasiswa Doktor Psikologi UGM Teliti Kehidupan Warga Aceh 20 Tahun Pascatsunami dan Konflik Bersenjata

T.Jamaluddin - Senin, 15 Juni 2026 13:50 WIB
Mahasiswa Doktor Psikologi UGM Teliti Kehidupan Warga Aceh 20 Tahun Pascatsunami dan Konflik Bersenjata
Mahasiswa Program Doktor Ilmu Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Very Julianto, M.Psi., Psikolog, bersilaturahmi dengan aparatur dan tokoh masyarakat Gampong Lam Lumpu, Senin (15/6/2026). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

ACEH BESARMahasiswa Program Doktor Ilmu Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Very Julianto, M.Psi., Psikolog, melakukan penelitian di Gampong Lam Lumpu, Kecamatan Peukan Bada, Kabupaten Aceh Besar, untuk mengkaji kehidupan masyarakat dua dekade setelah bencana tsunami dan konflik bersenjata di Aceh.

Penelitian yang dimulai sejak 12 Juni 2026 itu merupakan bagian dari penyusunan disertasi doktoral yang berjudul "Transmisi dan Transformasi Pengalaman Masyarakat Aceh Pascatsunami dan Pascakonflik Bersenjata di Aceh."

Selama dua pekan berada di Aceh Besar, Very Julianto melakukan wawancara mendalam dengan berbagai kelompok masyarakat yang mengalami langsung dampak tsunami 2004 maupun konflik bersenjata yang pernah berlangsung di Aceh.

Baca Juga:

Menurut Very, tsunami dan konflik bersenjata merupakan dua peristiwa besar yang meninggalkan dampak sosial dan psikologis mendalam bagi masyarakat Aceh hingga saat ini.

Penelitian tersebut berfokus pada beberapa kelompok, antara lain penyintas yang mengalami langsung bencana tsunami, generasi muda yang lahir setelah tsunami, serta mereka yang lahir saat masa pengungsian dan kini telah berusia sekitar 20 tahun.

Sementara untuk aspek konflik bersenjata, penelitian menyasar mantan kombatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM), mantan anggota TNI yang pernah bertugas di Aceh, serta masyarakat sipil yang hidup di tengah situasi konflik.

Very menjelaskan bahwa penelitian ini bertujuan memahami bagaimana pengalaman traumatis akibat tsunami dan konflik diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya, sekaligus melihat bagaimana masyarakat beradaptasi dan membangun kembali kehidupannya setelah dua peristiwa tersebut.

Dalam pelaksanaan penelitian, Very mendapat bimbingan dari sejumlah akademisi nasional dan internasional, yakni Profesor Subandi dari UGM, Profesor Byron Good dari Harvard Medical School, Amerika Serikat, serta Praditya Pertiwi, Ph.D dari UGM.

Pada Senin (15/6/2026), Very juga bersilaturahmi dengan aparatur dan tokoh masyarakat Gampong Lam Lumpu.

Pertemuan tersebut dihadiri Geuchik Lam Lumpu Fakhri Johan, Ketua Tuha Peut Juliosi, Kepala Dusun Kampung Banda Syamsir Harahap, serta tokoh masyarakat Agus Supami.

Dalam kesempatan itu, Very menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada masyarakat yang telah menerima kehadirannya dengan baik serta bersedia berbagi pengalaman untuk kepentingan penelitian.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada seluruh masyarakat Gampong Lam Lumpu atas keramahan dan keterbukaan selama proses penelitian berlangsung," ujarnya.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bundaran HI Jadi Pusat Demo Hari Ini, Ini Isi Tuntutan 11+9 Mahasiswa!
Aksi Mahasiswa Serentak 15 Juni 2026 Digelar di Jakarta, Medan, Semarang, dan Palembang: Ini Tuntutannya!
Di Depan Sang Anak, Pekerja Baliho Tewas Tersengat Listrik Tegangan Tinggi di Banda Aceh
Sekda Aceh: Pengabdian dr. Zaini Abdullah Akan Selalu Dikenang dan Menjadi Bagian dari Sejarah Aceh
Pembangunan Hunian Tetap Korban Bencana di Sumatera Dipercepat, Validasi Data Penyintas Jadi Fokus
Prakiraan Cuaca Aceh Hari Ini, Senin 15 Juni 2026: Sebagian Besar Wilayah Hujan Ringan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru