BREAKING NEWS
Sabtu, 20 Juni 2026

Prabowo dan Steinmeier Perkuat Kemitraan Strategis, Investasi hingga Ketenagakerjaan Jadi Fokus

Adelia Syafitri - Senin, 15 Juni 2026 15:14 WIB
Prabowo dan Steinmeier Perkuat Kemitraan Strategis, Investasi hingga Ketenagakerjaan Jadi Fokus
Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (15/6/2026). (Foto: Tangkapan Layar Sekretariat Presiden / YT)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Indonesia dan Jerman sepakat memperkuat kemitraan di berbagai bidang, mulai dari ekonomi, investasi, transisi energi, ketahanan energi, pendidikan, hingga ketenagakerjaan. Kesepakatan tersebut dicapai dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Presiden Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier di Istana Kepresidenan Jakarta, Senin (15/6/2026).

Dalam pernyataan bersama seusai pertemuan, Prabowo menegaskan kedua negara berkomitmen meningkatkan hubungan ekonomi yang saling menguntungkan.

"Kami sepakat untuk terus meningkatkan volume perdagangan dan investasi yang saling menguntungkan," kata Prabowo.

Baca Juga:

Prabowo juga menekankan pentingnya hubungan Indonesia dengan negara-negara Eropa. Ia berharap perundingan Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) dapat segera mencapai hasil yang konkret sehingga memberikan manfaat bagi dunia usaha di Indonesia dan Eropa.

"Kami berharap Jerman akan terus memainkan peran aktif dalam proses finalisasi perjanjian tersebut," ujarnya.

Selain perdagangan, pemerintah Indonesia mengundang Jerman untuk memperluas investasi di sejumlah sektor strategis. Beberapa sektor yang disebut antara lain transisi energi, hilirisasi industri, kendaraan listrik, semikonduktor, dan infrastruktur.

"Kami juga mengundang Jerman untuk ikut serta dalam rantai pasok mineral kritis dan tanah jarang, serta pengembangan infrastruktur kita," kata Prabowo.

Di bidang ketenagakerjaan, Prabowo menyampaikan keinginan agar peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di Jerman semakin terbuka, termasuk untuk sektor teknologi tingkat tinggi.

Sementara itu, Presiden Steinmeier mengatakan kunjungannya ke Indonesia dilakukan di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian akibat meningkatnya konflik di berbagai kawasan. Menurut dia, kemitraan Indonesia dan Jerman menjadi semakin penting dalam kondisi seperti ini.

"Dalam situasi dunia yang terguncang oleh kekerasan di banyak kawasan, kemitraan antara Jerman dan Indonesia sangat berarti," ujar Steinmeier.

Ia menilai kedua negara memiliki komitmen yang sama terhadap kerja sama internasional dan tatanan berbasis hukum. Hubungan tersebut, kata dia, telah dibangun sejak Deklarasi Jakarta tahun 2012 dan kini terus diperkuat melalui kerja sama di bidang ekonomi, perubahan iklim, pendidikan, dan sektor lainnya.*

(mt/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bahasa Saja Tak Cukup, Mahasiswa Mandarin Didorong Jadi Jembatan Komunikasi Indonesia-Tiongkok
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier Tiba di Jakarta, Ini Agenda Pertemuannya
IHSG Dibuka Menguat 2,85 Persen, Tembus Level 6.178!
Hasil Piala Dunia 2026: Jerman Bantai Curacao 7-1, Belanda Ditahan Jepang 2-2, Pantai Gading Taklukkan Ekuador 1-0
UMKM Wajib Tahu! KUR BNI 2026 Tawarkan Bunga Rendah dan Tenor hingga 5 Tahun
Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier Akan Temui Prabowo di Istana Negara, Ini yang Dibahas
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru