BREAKING NEWS
Sabtu, 20 Juni 2026

Hasto Singgung 'Negara Poco-Poco', Soroti Meluasnya Peran TNI-Polri di Ranah Sipil

Adelia Syafitri - Selasa, 16 Juni 2026 16:05 WIB
Hasto Singgung 'Negara Poco-Poco', Soroti Meluasnya Peran TNI-Polri di Ranah Sipil
fMahasiswa berjalan saat aksi unjuk rasa di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta, Jumat (12/6/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BLITAR – Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, menilai menguatnya tuntutan Reformasi Jilid II yang disuarakan mahasiswa dalam berbagai aksi demonstrasi belakangan ini tidak terlepas dari meluasnya peran TNI dan Polri di ranah sipil.

Menurut Hasto, salah satu semangat utama Reformasi 1998 adalah memisahkan secara tegas fungsi militer, kepolisian, dan pemerintahan sipil. Karena itu, keterlibatan TNI dan Polri di luar tugas pokoknya dinilai bertentangan dengan cita-cita reformasi yang telah diperjuangkan selama puluhan tahun.

"Pemisahan TNI dan Polri merupakan amanat reformasi. Keduanya memiliki tugas dan fungsi masing-masing yang tidak semestinya masuk terlalu jauh ke wilayah politik maupun jabatan sipil," kata Hasto, dikutip Selasa 16Juni 2026.

Baca Juga:

Hasto menjelaskan, TNI memiliki tanggung jawab utama menjaga pertahanan negara dari berbagai ancaman, sementara Polri berperan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat serta menegakkan hukum. Oleh karena itu, menurut dia, kedua institusi tersebut seharusnya tetap fokus menjalankan mandat yang telah diatur dalam sistem ketatanegaraan.

Ia menilai perluasan peran TNI dan Polri di sektor sipil berpotensi menghidupkan kembali praktik yang pernah terjadi pada masa Orde Baru, sebuah kondisi yang justru menjadi alasan lahirnya gerakan Reformasi 1998.

Dalam kesempatan itu, Hasto juga menyinggung munculnya istilah "negara poco-poco" yang belakangan ramai diperbincangkan. Menurut dia, istilah tersebut lahir dari kekhawatiran sebagian kalangan terhadap arah demokrasi dan pelaksanaan agenda reformasi di Indonesia.

"Reformasi diperjuangkan untuk menghadirkan demokrasi, supremasi hukum, serta pemisahan yang jelas antara kekuatan militer, kepolisian, dan pemerintahan sipil. Karena itu, berbagai perkembangan saat ini memunculkan kritik dari masyarakat," ujarnya.

Selain menyoroti isu tersebut, Hasto mengatakan PDI Perjuangan akan meneruskan berbagai aspirasi mahasiswa melalui Fraksi PDI Perjuangan di DPR RI. Aspirasi yang disampaikan mahasiswa tidak hanya berkaitan dengan perluasan peran TNI dan Polri, tetapi juga menyangkut sejumlah kebijakan pemerintah lainnya.

Beberapa isu yang turut menjadi perhatian mahasiswa antara lain evaluasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pelaksanaan Program Koperasi Merah Putih (KMP). Menurut Hasto, seluruh masukan tersebut perlu mendapat ruang dalam proses pengambilan kebijakan negara.

Ia menegaskan bahwa pemerintah perlu membuka diri terhadap kritik dan masukan publik sebagai bagian dari proses demokrasi. Menurut dia, kekuasaan yang sehat adalah kekuasaan yang bersedia mendengar suara masyarakat, termasuk kritik yang disampaikan secara terbuka.

"Kritik dan masukan masyarakat merupakan bagian penting dalam menjaga kualitas demokrasi dan tata kelola pemerintahan," kata Hasto.*

(k/dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
KPI Bantah Isu Media Nasional Tak Liput Demo Mahasiswa, Hasil Monitoring Ungkap 9 TV Menyiarkan Aksi 12 Juni
Sebut Temuan Komnas HAM “Komentar Bodoh”, Pigai: MBG Tak Bisa Disebut Pelanggaran HAM
Elza Syarief Mundur dari Tim Kuasa Hukum Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya: Beliau Tidak Jujur
Uji Materi APBN 2026 di MK, Program MBG Tuai Kritik Wali Murid: Apa Urgensinya untuk Anak Sekolah?
966 Barang Milik Negara Senilai Rp3,59 Triliun Digunakan untuk Dukung Program Prioritas Prabowo, Ini Rinciannya
Pemerintah Takut Reformasi Polri? Ini Kata Mahfud MD
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru