Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
BOGOR – Pemerintah menyampaikan duka cita atas korban yang meninggal dunia akibat gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah pada Selasa, 16 Juni 2026. Pemerintah juga memastikan proses penanganan pascabencana terus dilakukan secara intensif bersama pemerintah daerah dan instansi terkait.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengatakan pemerintah telah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk memastikan seluruh kebutuhan masyarakat terdampak dapat ditangani dengan cepat dan tepat.
"Kami turut berduka cita atas korban yang meninggal dunia dan berharap seluruh warga yang terdampak diberikan kekuatan menghadapi situasi ini," kata Prasetyo Hadi di Hambalang, Bogor, Rabu, 17 Juni 2026.
Baca Juga:
Menurut Prasetyo, pemerintah terus memantau perkembangan kondisi di lapangan, termasuk kemungkinan terjadinya gempa susulan. Karena itu, masyarakat diminta tetap meningkatkan kewaspadaan dan mengikuti arahan dari pemerintah maupun lembaga terkait.
Ia menegaskan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam proses penanganan pascagempa. Pemerintah juga memastikan koordinasi antara Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), pemerintah daerah, dan aparat terkait berjalan secara optimal.
Sementara itu, BNPB melaporkan hingga Selasa malam, satu warga meninggal dunia akibat gempa tersebut. Korban berasal dari Kabupaten Sigi yang menjadi wilayah dengan dampak paling besar.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan sebanyak 110 kepala keluarga atau sekitar 312 jiwa tercatat terdampak bencana tersebut. Selain satu korban meninggal dunia, sebanyak 25 warga mengalami luka ringan dan 13 warga mengalami luka berat.
Kabupaten Sigi menjadi daerah yang mengalami dampak paling signifikan dengan 272 warga terdampak. Selain korban jiwa, puluhan rumah dan fasilitas umum mengalami kerusakan akibat guncangan gempa.
BNPB mencatat sedikitnya 67 rumah terdampak, terdiri atas 26 rumah rusak ringan, enam rumah rusak sedang, dan 12 rumah rusak berat. Kerusakan juga terjadi pada sejumlah fasilitas ibadah, jembatan, gedung perkantoran, tempat usaha, serta ruas jalan provinsi yang menghubungkan Palu, Sigi, dan Poso.
Di Kota Palu, keretakan dilaporkan terjadi pada Jembatan III. Sementara di Kabupaten Parigi Moutong dan Poso, sejumlah rumah warga juga mengalami kerusakan dan masih dalam proses pendataan.
Untuk mempercepat penanganan, BPBD bersama Tim Reaksi Cepat terus melakukan asesmen lapangan, pendataan kerusakan, serta penyaluran bantuan bagi warga terdampak. Pemerintah berharap seluruh proses penanganan darurat dapat berjalan maksimal sehingga masyarakat dapat segera kembali menjalani aktivitas dengan aman.*
(oz/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.