BREAKING NEWS
Rabu, 24 Juni 2026

Prabowo: Ada yang Tak Ingin Indonesia Bangkit, "Kita Sudah Tahu Mereka-Mereka Itu"

Adelia Syafitri - Rabu, 24 Juni 2026 17:13 WIB
Prabowo: Ada yang Tak Ingin Indonesia Bangkit, "Kita Sudah Tahu Mereka-Mereka Itu"
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII yang digelar di Sports Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026). (foto: Setpres/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

GORONTALO – Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pernyataan tegas mengenai adanya pihak-pihak yang dinilainya tidak menginginkan Indonesia menjadi negara maju.

Hal itu disampaikan saat menghadiri Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVII yang digelar di Sports Center Limboto, Kabupaten Gorontalo, Rabu (24/6/2026).

Di hadapan ribuan petani dan nelayan dari berbagai daerah, Prabowo menegaskan keyakinannya bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi negara yang kuat dan mandiri, khususnya di sektor pangan.

Baca Juga:

"Kita akan bangkit menjadi negara yang hebat. Ada yang selalu tidak ingin kita bangkit. Ada. Kita sudah tahu mereka-mereka itu. Iya, kan," kata Prabowo yang langsung disambut respons peserta acara.

Dalam pidatonya, Prabowo juga menyinggung gaya komunikasi yang menurutnya perlu disesuaikan ketika berbicara di hadapan petani dan nelayan.

Menurut Prabowo, penyampaian pesan kepada masyarakat akar rumput harus dilakukan dengan suara yang tegas agar mudah didengar dan dipahami.

"Tapi kalau sama petani-nelayan, bicaranya harus keras. Betul, nggak? Kalau bicara kalem-kalem, kalian nggak akan dengar. Benar ya?" ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Prabowo sempat menirukan gaya berbicara yang lebih pelan dan formal.

Dengan nada bercanda, ia menggambarkan bagaimana pidato yang terlalu halus menurutnya kurang efektif ketika disampaikan kepada petani dan nelayan.

"Saudara-saudara sekalian, pembangunan harus dilaksanakan dengan baik. Para petani dan nelayan harus kerja keras, harus kerja keras dan tidak boleh minta untung besar-besar ya. Dan kita semua berharap suatu saat, di kelak kemudian hari, kekayaan yang ada dinikmati segelintir orang akan pelan-pelan netes ke bawah," kata Prabowo menirukan gaya bicara yang lebih lembut seraya mencibirnya.

Aksi tersebut sontak mengundang tawa para peserta yang hadir dalam acara nasional tersebut.

Prabowo kemudian berkelakar bahwa bagian pidatonya itu kemungkinan akan menjadi sorotan publik dan media.

Namun, ia mengaku tidak mempermasalahkannya karena ingin menyampaikan pandangan secara terbuka kepada masyarakat.

"Eh, sori, sori. Coba di, di-delete, delete. Eh, friend, ya, wartawan kita kompak, ya. Coba yang gitu-gitu. Nanti gua dihajar lagi, tuh. Emang gua pikirin. Sudah hari gini kita bicara apa adanya deh. Kalian lebih senang tahu hati saya, benar nggak? Daripada ngomong-ngomong sopan-sopanan gitu. Sopan-sopan tetap maling, sopan-sopan korupsi," lanjut Prabowo.

Pernyataan tersebut kembali disambut tepuk tangan dan sorakan peserta yang memenuhi lokasi acara.

Pidato Prabowo dalam Puncak PENAS Petani dan Nelayan XVII banyak menyoroti pentingnya pembangunan sektor pertanian dan perikanan sebagai fondasi kekuatan bangsa.

Presiden menegaskan bahwa pemerintah saat ini terus mendorong peningkatan produksi pangan nasional agar Indonesia semakin mandiri dan mampu menghadapi berbagai tantangan global.

Prabowo juga berulang kali menyampaikan optimisme bahwa Indonesia memiliki peluang besar menjadi salah satu kekuatan pangan dunia jika seluruh elemen bangsa bekerja bersama membangun sektor pertanian, perikanan, dan ketahanan pangan nasional.* (d/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo: Hanya di Indonesia Polri dan TNI Ikut Urus Pertanian
Indonesia Penuhi Standar Swasembada Pangan FAO, Prabowo Optimistis Jadi Lumbung Padi Dunia
Bupati Asahan Hadiri Sosialisasi P3-TGAI 2026, Dorong Perbaikan Irigasi untuk Tingkatkan Kesejahteraan Petani
Prabowo Soroti Produksi Padi Naik 100 Persen, Indonesia Dibidik Jadi Lumbung Pangan Dunia
Prabowo Sentil Penolak MBG: Perut Lapar Tak Diisi, Bisa Berujung Maut
Prabowo Blak-blakan soal 4 Kali Kalah Pemilu: Rasanya Tidak Enak
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru