BREAKING NEWS
Sabtu, 27 Juni 2026

Dari Farmasi hingga Mobil Nasional, Ini Arahan Prabowo untuk Percepatan Industrialisasi Indonesia

Nurul - Kamis, 25 Juni 2026 21:50 WIB
Dari Farmasi hingga Mobil Nasional, Ini Arahan Prabowo untuk Percepatan Industrialisasi Indonesia
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto usai pertemuan dengan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (25/6/2026). (foto: Setpres/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (25/6/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Presiden memberikan arahan terkait percepatan pengembangan sejumlah sektor industri strategis nasional.

Usai pertemuan, Brian Yuliarto mengungkapkan pemerintah saat ini tengah mendorong akselerasi berbagai program industri nasional, mulai dari sektor farmasi hingga pengembangan kendaraan nasional.

Baca Juga:

"Banyak program mulai dari farmasi, pengembangan industri farmasi, pengembangan mobil nasional, motor nasional, dan lain-lain ya, program-program hilirisasi itu bisa dipercepat," ujar Brian kepada wartawan.

Menurut Brian, pengembangan industri nasional tidak hanya berfokus pada investasi dan pembangunan fasilitas produksi.

Pemerintah juga memberikan perhatian besar terhadap kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang akan menjadi penggerak utama industrialisasi di masa depan.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo meminta agar perguruan tinggi mampu menghasilkan lulusan yang sesuai dengan kebutuhan industri strategis nasional yang terus berkembang.

"Kami diminta memastikan SDM-SDM, lulusan-lulusan perguruan tinggi kita tuh nantinya betul-betul bisa memenuhi, bisa memenuhi kebutuhan SDM untuk pengembangan industrialisasi yang memang tidak sedikit itu kan," katanya.

Brian menjelaskan, kebutuhan tenaga kerja terampil di berbagai sektor diperkirakan akan meningkat seiring percepatan program hilirisasi dan pengembangan industri nasional.

Karena itu, pemerintah akan melakukan pemetaan kebutuhan tenaga ahli agar selaras dengan kompetensi lulusan perguruan tinggi.

Ia mencontohkan kebutuhan tenaga ahli di bidang kelistrikan yang harus diantisipasi sejak dini agar tidak terjadi ketimpangan antara kebutuhan industri dan jumlah tenaga kerja yang tersedia.

"Misalkan kita butuh banyak tenaga ahli kelistrikan, ternyata lulusannya enggak sesuai. Jadi kita diminta menghitung itu, memastikan ini bisa memenuhi industrialisasi yang baik," ujarnya.

Editor
: Johan
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kapolri Menghadap Prabowo, Apa yang Dibahas?
Tito Karnavian Apresiasi Bantuan Sumut dan Sumbar untuk Aceh: Bisa Jadi Model Solidaritas Nasional
Jalan Rusak Parah di Galang, Bobby Ultimatum Empat Perusahaan Galian C: Urus Izin atau Tutup Operasi!
Front Demokrasi Rakyat Desak Usut Dugaan Aliran Dana ke BEM UBK, Jangan Biarkan Demokrasi Dicederai
Mualem Surati Presiden Prabowo, Dorong Gas Andaman Jadi Penggerak Hilirisasi KEK Arun Lhokseumawe
Herry Dahana: Dukungan Kritis dan Pengawasan Publik Jadi Kunci Menuju Indonesia Emas 2045
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru