BREAKING NEWS
Sabtu, 27 Juni 2026

Prabowo: Gaduh, Bakar-bakar, dan Anarki Tak Akan Membawa Bangsa Menuju Kesejahteraan

Nurul - Jumat, 26 Juni 2026 21:53 WIB
Prabowo: Gaduh, Bakar-bakar, dan Anarki Tak Akan Membawa Bangsa Menuju Kesejahteraan
Presiden Prabowo Subianto saat menghadiri Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (26/6). (foto: Setpres/yt)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa aksi gaduh, bakar-bakar, anarki, hingga permusuhan bukanlah jalan yang dapat membawa Indonesia menuju kemajuan.

Menurutnya, bangsa akan lebih maju apabila seluruh elemen masyarakat fokus membangun kesejahteraan dibanding terus terjebak dalam konflik berkepanjangan.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat menghadiri Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Pusat, Jumat (26/6).

Baca Juga:

Dalam pidatonya, Prabowo mengatakan setiap orang memiliki hak untuk memiliki pendapat yang berbeda.

Namun, ia menilai aksi yang mengedepankan keributan dan permusuhan tidak akan memberikan manfaat bagi bangsa.

"Silakan kalau ada yang berpendapat lain, hak. Saya katakan kita berbeda kalau ada yang berpendapat bahwa gaduh, ribut, bakar-bakar, anarki, kebencian, permusuhan, maki-memaki itu produktif, sementara negara lain menuju kesejahteraan, menuju terobosan, menuju kekayaan," kata Prabowo.

Pada kesempatan itu, Prabowo juga mengingatkan perjalanan politiknya selama mengikuti pemilihan umum.

Ia mengaku telah lima kali meminta mandat kepada rakyat dan mengalami kekalahan dalam empat kali pencalonan.

Meski demikian, Prabowo menegaskan dirinya tidak pernah mengganggu pemerintahan yang memperoleh mandat melalui proses demokrasi.

"Saya sebagai pemimpin politik, saya dipilih secara demokratis. Saya maju ke rakyat lima kali minta mandat. Empat kali tidak diberi mandat. Empat kali saya kalah, tapi saya tidak mengganggu pemimpin yang dapat mandat," ujarnya.

Menurut Prabowo, Indonesia telah memilih demokrasi sebagai sistem bernegara.

Karena itu, hasil pemilihan umum harus dihormati meskipun tidak selalu sesuai dengan harapan semua pihak.

"Kita mengerti, kita mungkin tidak puas, tapi alternatifnya apa? Apa kita mau gaduh, habis tiap pemilihan gaduh, yang kalah ribut. Kapan kita mau menuju kesejahteraan untuk rakyat kita?" katanya.

Prabowo juga mengajak seluruh elemen bangsa, mulai dari pemimpin, akademisi, hingga masyarakat, untuk kembali mengingat tujuan utama bernegara, yaitu menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.

Menurutnya, ilmu pengetahuan, kemampuan, dan kepemimpinan yang dimiliki setiap anak bangsa seharusnya diabdikan untuk membantu masyarakat, terutama mereka yang berada dalam kondisi paling miskin dan paling lemah.

"Bukankah itu kewajiban kita sebagai anak bangsa, sebagai pemimpin, sebagai orang terpintar di negara ini? Bukankah segala kepintaran kita harus kita abdikan untuk rakyat kita yang paling miskin dan paling lemah?" ujar Prabowo.

Pidato tersebut menjadi bagian dari ajakan Presiden agar seluruh pihak menjaga persatuan, menghormati proses demokrasi, dan bersama-sama fokus membangun Indonesia melalui ilmu pengetahuan, teknologi, serta kerja nyata demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat.* (cn/ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Wacana Prabowo-Gibran Dua Periode Mencuat, Ini Respons Istana
Aksi #IndonesiaSekarat di Surabaya Berujung Ricuh, Ini 11 Tuntutan yang Disuarakan Massa
Pengadaan Smartboard Langkat Disebut Berawal dari Arahan Pj Bupati untuk Serap Anggaran SILPA
Istana Luruskan Pernyataan Prabowo: Bukan Empat Kali Kalah, tapi Belum Diberi Mandat
Tebar Kebahagiaan, Rico Waas Ajak 428 Anak Yatim dan Dhuafa Belanja Baju Baru Sambut 10 Muharram
Kembali ke Panggung Politik, Jokowi: Demi PSI!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru