BREAKING NEWS
Sabtu, 27 Juni 2026

Bakom RI: Prabowo Ingin Anak Indonesia Sehat, Cerdas, dan Mampu Bersaing pada 2045

Adelia Syafitri - Sabtu, 27 Juni 2026 17:02 WIB
Bakom RI: Prabowo Ingin Anak Indonesia Sehat, Cerdas, dan Mampu Bersaing pada 2045
Presiden Prabowo Subianto bersama siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama 17 Tabanan. (foto: Prabowo Subianto/FB)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi (Bakom) Pemerintah RI, Hariqo Wibawa Satria, mengatakan Presiden Prabowo Subianto memiliki visi agar anak-anak Indonesia tumbuh menjadi generasi yang sehat, cerdas, dan mampu bersaing pada tahun 2045.

Hal itu disampaikan Hariqo dalam sebuah kegiatan di kawasan Jakarta Pusat, Sabtu (27/6/2026).

Menurutnya, berbagai program yang dijalankan pemerintah saat ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan visi tersebut.

Baca Juga:

"Pak Prabowo ingin sederhana saja. Jadi, Presiden Prabowo ingin di tahun 2045, artinya 19 tahun lagi, anak Indonesia cerdas, sehat, dan bisa bersaing," katanya.

Hariqo menjelaskan, salah satu program yang mendukung target tersebut adalah pembatasan akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun melalui Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP Tunas.

Menurutnya, kebijakan tersebut bertujuan melindungi anak-anak dari berbagai risiko di ruang digital.

"Karena ini menyelamatkan 71 juta orang anak Indonesia dari kecanduan ponsel, kerusakan punggung, obesitas, pornografi, kemudian penculikan. Ini pertama kali dalam sejarah, belum pernah terjadi," ucapnya.

Selain perlindungan anak di ruang digital, pemerintah juga terus mempercepat perbaikan sarana pendidikan.

Hariqo mengatakan, sepanjang 2025 pemerintah telah memperbaiki lebih dari 16 ribu sekolah. Program tersebut akan diperluas pada 2026.

"Di tahun 2025 itu, pemerintah berhasil memperbaiki 16.167 sekolah, dan sekarang Kemendikdasmen akan memperbaiki 11.000 sekolah di tahun 2026. Tapi Presiden enggak mau, ditambah lagi menjadi 71.744 sekolah yang akan diperbaiki di tahun 2026," jelasnya.

Hariqo juga menyinggung Program Sekolah Rakyat yang digagas pemerintah.

Menurutnya, seluruh kebutuhan peserta didik akan ditanggung negara sehingga anak-anak dari keluarga kurang mampu dapat memperoleh pendidikan tanpa terbebani biaya.

"Masuknya gratis, pakaiannya gratis, sepatunya gratis, cek kesehatannya gratis, makannya gratis, tempat tidurnya gratis. Kemudian, dikasih laptop setiap anak itu, gratis," ucapnya.

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga disebut menjadi salah satu program strategis pemerintah dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak Indonesia.

Hariqo mengutip hasil survei Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) yang menunjukkan adanya peningkatan kondisi gizi penerima manfaat setelah program berjalan.

"Bappenas di surveinya menyebutkan, sebelum MBG, persen anak-anak itu lapar, sekarang sudah turun menjadi 16 persen. Kemudian, anak-anak yang kenyang sebelum MBG itu 43 persen, sekarang naik menjadi 84 persen. Kemudian, konsumsi buah naik menjadi 26 ke 84 persen," jelasnya.

Meski demikian, ia mengakui pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis masih menghadapi berbagai tantangan dan evaluasi.

Menurut Hariqo, pemerintah terus melakukan penyempurnaan tata kelola agar pelaksanaan program menjadi lebih efektif dan tepat sasaran.

"Dulu setiap dapur Rp6 juta, sekarang dievaluasi, tidak harus semua dapur 6 juta, tergantung jumlah penerima manfaatnya. Pasti banyak yang enggak senang. Buktinya ada beberapa mitra kemarin yang komplain, dengan pemberhentian MBG sementara. Tapi inilah konsekuensi dari perbaikan dan perbaikan itu harus dijalankan," ucapnya.

Pemerintah menilai berbagai program di bidang pendidikan, perlindungan anak, dan pemenuhan gizi tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia Indonesia yang lebih berkualitas menuju Indonesia Emas 2045.* (at/ad)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ratusan Relawan SPPG Blitar Turun ke Jalan: Kita Buktikan Lebih Banyak Masyarakat yang Mendukung Program MBG!
5 Calon Manajer Koperasi Merah Putih Gugur, TB Hasanuddin: Hentikan Latsarmil!
Kepuasan terhadap Kinerja Prabowo Turun ke 64,8 Persen, Kepercayaan Publik terhadap Masa Depan Pemerintahan Merosot
KNPI Minta Dilibatkan Awasi Program MBG, Wakil Wali Kota Tanjungbalai Siap Jadikan Masukan sebagai Evaluasi
Bupati Labuhanbatu Selatan Salurkan 60 Paket Sembako untuk Pengemudi Betor, Perkuat Sinergi dengan Baznas
Sekda Aceh dan PLN Bahas Pengembangan PLTS, Potensi Energi Surya Diyakini Dongkrak Ekonomi Daerah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru