BREAKING NEWS
Selasa, 30 Juni 2026

Kemhan Ubah Nama Latsarmil Calon Manajer Kopdes, Kini Fokus Bela Negara dan Manajerial

Johan - Senin, 29 Juni 2026 22:15 WIB
Kemhan Ubah Nama Latsarmil Calon Manajer Kopdes, Kini Fokus Bela Negara dan Manajerial
Sejumlah peserta program SPPI meneriakkan yel-yel saat mengikuti Latsarmil calon manajer KDMP di Brigif 1 Marinir Cilandak, Jakarta, Kamis (25/6/2026). (Foto: ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Kementerian Pertahanan (Kemhan) mengubah nama pendidikan bagi calon manajer Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Koperasi Nelayan Merah Putih (KNMP). Program yang sebelumnya disebut latihan dasar militer (latsarmil) kini berganti menjadi latihan pembekalan bela negara dan manajerial.

Perubahan tersebut dilakukan setelah Kemhan melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan program pendidikan yang sebelumnya menjadi sorotan publik.

Kepala Biro Informasi Pertahanan (Infohan) Sekretariat Jenderal Kemhan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengatakan perubahan tidak hanya dilakukan pada nama kegiatan, tetapi juga pada pendekatan pelatihan.

Baca Juga:

"Terminologi dan pelaksanaan kegiatan saat ini diarahkan menjadi latihan pembekalan bela negara dan manajerial, bukan latsarmil lagi," kata Rico, Senin (29/6/2026).

Menurut Rico, sejumlah materi yang bersifat taktis maupun teknis militer dikurangi dalam pelaksanaan program terbaru. Salah satunya adalah kegiatan menembak yang tidak lagi menjadi bagian dari pembekalan peserta.

Selain itu, intensitas latihan fisik juga disesuaikan dengan latar belakang peserta yang berasal dari kalangan sipil.

Ia menjelaskan, dokumentasi kegiatan menembak yang sempat beredar di media sosial merupakan kegiatan yang dilakukan sebelum evaluasi terbaru diterapkan.

"Dokumentasi terkait kegiatan menembak tersebut merupakan kegiatan yang dilaksanakan pada minggu lalu, sebelum adanya evaluasi terbaru terhadap pelaksanaan program," ujarnya.

Dalam pelaksanaan yang baru, pembekalan difokuskan pada penguatan disiplin, kepemimpinan, kerja sama, tanggung jawab, wawasan kebangsaan, serta kemampuan manajerial sebagai bekal mengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih maupun Koperasi Nelayan Merah Putih.

Sebelumnya, program pendidikan tersebut menjadi perhatian publik setelah lima peserta meninggal dunia dalam rentang 17 hingga 26 Juni 2026. Berdasarkan data Kemhan, kelima peserta yang meninggal adalah Yonanda Muhammad Taufiq, Anisa Muyassaroh, Novia Rahmadhani Sihotang, Muhammad Rifki Renaldi Gunawan, dan Nola Dya Sari.* (in/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Istana Pastikan Latsarmil SPPI Tetap Berjalan, Evaluasi Total Usai 5 Peserta Meninggal
Kopontren Makin Moncer! Kemenkop Klaim Aset Bisa Tembus Rp1 Triliun
5 Calon Manajer Koperasi Meninggal Dunia, Kemhan: Latsarmil Bukan untuk Bentuk Prajurit, Tapi Fokus Bentuk Karakter dan Kepemimpinan
5 Calon Manajer Koperasi Merah Putih Gugur, TB Hasanuddin: Hentikan Latsarmil!
5 Calon Manajer Kopdes Meninggal, Menhan Perintahkan Evaluasi Total Aspek Kesehatan Latsarmil
Keluarga Novia Ikhlas, Minta Negara Bertanggung Jawab Moral atas Meninggalnya Peserta Latsarmil Kopdes
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru