BREAKING NEWS
Selasa, 30 Juni 2026

Rp100 Triliun Digelontorkan, Satgas PRR Kawal 11.520 Program Pemulihan Pascabencana di Sumatera hingga 2028

Raman Krisna - Selasa, 30 Juni 2026 08:04 WIB
Rp100 Triliun Digelontorkan, Satgas PRR Kawal 11.520 Program Pemulihan Pascabencana di Sumatera hingga 2028
Kementerian PU tengah mempercepat penanganan infrastruktur jalan dan jembatan yang rusak akibat banjir dan tanah longsor di Pulau Sumatera yakni Provinsi Aceh, Sumut, serta Sumbar. (foto: Dok. Satgas PRR)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Pemerintah akan menjalankan 11.520 kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi permanen pascabencana di Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat hingga tahun 2028.

Seluruh program tersebut dikoordinasikan oleh Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) dengan kebutuhan pendanaan indikatif mencapai sekitar Rp100,166 triliun.

Program tersebut merupakan bagian dari Rencana Induk Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera (Renduk PRRP) 2026–2028, yang disusun sebagai peta jalan pemulihan bagi 53 kabupaten dan kota terdampak bencana.

Baca Juga:

Pemerintah menargetkan proses rehabilitasi dan rekonstruksi tidak hanya membangun kembali wilayah yang rusak, tetapi juga menjadikannya lebih aman, tangguh, dan berkelanjutan melalui prinsip Build Back Better, Safer, and Sustainable.

Dalam pelaksanaannya, pemerintah menetapkan lima fokus utama yang menjadi dasar rehabilitasi dan rekonstruksi selama tiga tahun ke depan.

Prioritas pertama adalah penyediaan hunian tetap bagi masyarakat terdampak.

Sebanyak 97 kegiatan disiapkan dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp7,57 triliun.

Program ini mencakup pembangunan rumah di lokasi yang dinilai aman maupun relokasi warga dari kawasan yang memiliki risiko bencana tinggi.

Prioritas kedua adalah pembangunan infrastruktur.

Sebanyak 1.863 kegiatan dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp63,69 triliun akan difokuskan pada perbaikan jalan, jembatan, jaringan irigasi, sungai, drainase, penyediaan air minum, sanitasi, energi, hingga berbagai fasilitas pelayanan publik.

Di bidang sosial, pemerintah menyiapkan 6.194 kegiatan dengan anggaran sekitar Rp18,73 triliun.

Program tersebut mencakup pemulihan layanan pendidikan dan kesehatan, perlindungan kelompok rentan, dukungan psikososial, serta penguatan hubungan sosial di masyarakat agar proses pemulihan berjalan lebih inklusif.

Sementara itu, sektor ekonomi mendapat alokasi 3.026 kegiatan dengan kebutuhan anggaran sekitar Rp9,41 triliun.

Program ini bertujuan menghidupkan kembali mata pencaharian masyarakat melalui rehabilitasi sektor pertanian, perikanan, perdagangan, koperasi, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), industri kecil dan menengah, pasar rakyat, hingga sektor pariwisata.

Adapun 341 kegiatan lainnya difokuskan pada penguatan tata kelola lintas sektor dengan anggaran sekitar Rp764,67 miliar.

Program tersebut meliputi penataan ruang berbasis risiko bencana, pengembangan sistem peringatan dini, layanan pertanahan, penguatan data by name by address, serta sistem monitoring dan evaluasi.

Ketua Satgas PRR Pascabencana Sumatera, Muhammad Tito Karnavian, mengatakan keberhasilan rehabilitasi dan rekonstruksi tidak dapat dilakukan pemerintah sendiri.

Menurutnya, dukungan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting agar proses pemulihan berjalan sesuai rencana.

"Kami harapkan dukungan dari semua pihak, termasuk bapak-bapak, ibu-ibu, tokoh-tokoh masyarakat di tiga daerah untuk kita bergerak bergotong royong," ujar Tito usai Rapat Tingkat Menteri Tim Pengarah Satgas PRR Pascabencana Sumatera di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Jakarta, 18 Juni 2026.

Tito menegaskan percepatan pembangunan infrastruktur permanen harus terus dijaga agar manfaat rehabilitasi dan rekonstruksi dapat segera dirasakan masyarakat di wilayah terdampak bencana.

Melalui program ini, pemerintah berharap proses pemulihan tidak hanya memperbaiki kerusakan akibat bencana, tetapi juga meningkatkan ketahanan wilayah sehingga masyarakat lebih siap menghadapi potensi bencana pada masa mendatang.* (ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Di Forum Pangan Nasional APEKSI, Rico Waas Dorong Kolaborasi Antardaerah untuk Perkuat Ketahanan Pangan Kota
Bobby Nasution Gandeng Danareksa dan KIM, Percepat Pengembangan Kawasan Industri untuk Dongkrak Ekonomi Sumut
Tak Puas Jawaban Dishub, ASDM Minta Ombudsman Dalami Dugaan Maladministrasi Pengawasan Transportasi Online di Sumut
Prakiraan Cuaca Aceh Hari Ini, Selasa 30 Juni 2026: Sebagian Besar Wilayah Hujan Ringan
Prakiraan Cuaca Sumut Hari Ini, Selasa 30 Juni 2026: Sebagian Besar Wilayah Hujan Ringan
Polda Aceh Ungkap Ratusan Kasus 3C Selama Semester I 2026, Ratusan Tersangka Diamankan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru