Nuzulul Quran 1447 H, Wagub Sumut Ajak ASN Jadikan Inspirasi Tata Kelola Pemerintahan
MEDAN Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Surya mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup, sekaligu
AGAMA
GAZA -Kematian pemimpin Hamas, Yahya Sinwar, telah memicu reaksi keras dari sekutu-sekutu kelompok tersebut, terutama Iran dan Hizbullah. Sinwar, yang dianggap sebagai otak di balik serangan ke Israel pada 7 Oktober 2023, dilaporkan tewas pada Rabu (16/10) di selatan Gaza. Dia diduga kehilangan nyawanya saat bersembunyi di terowongan di bawah wilayah tersebut.
Kematian Sinwar datang di tengah meningkatnya ketegangan antara Israel dan Gaza, yang telah menyaksikan lebih dari 41 ribu orang, mayoritas warga sipil, tewas akibat serangan Israel selama setahun terakhir. Serangan-serangan tersebut telah menarik kecaman global dan mendorong beberapa pihak untuk mendesak penyelidikan internasional terkait dugaan genosida di Gaza.
Sinwar diangkat sebagai pemimpin Hamas setelah kematian pendahulunya, Ismail Haniyeh, pada Juli lalu di Teheran, yang diduga kuat dibunuh oleh Israel. Kematian Sinwar telah menambah daftar panjang pemimpin Hamas yang tewas di tangan militer Israel, dan kini Hamas belum memberikan komentar resmi mengenai insiden ini.
Seorang pejabat Israel yang namanya dirahasiakan menyatakan bahwa tentara mereka awalnya tidak menyadari bahwa mereka telah membunuh Sinwar dalam baku tembak. Kematian ini kemudian dikonfirmasi oleh Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, pada Kamis (17/10).
Reaksi dari sekutu-sekutu Hamas datang dengan cepat setelah pengumuman kematian Sinwar. Iran menegaskan bahwa dukungannya terhadap perjuangan Hamas melawan Israel tidak akan surut. Misi Iran untuk PBB mengungkapkan, “Semangat perlawanan akan diperkuat.”
Hizbullah, kelompok bersenjata Lebanon yang terlibat dalam konflik melawan Israel, juga mengeluarkan pernyataan keras. Mereka menyatakan bahwa fase baru perang telah dimulai. “Ini adalah transisi ke fase dan eskalasi baru dalam konfrontasi melawan Israel,” tegas Hizbullah dalam keterangan resminya.
Situasi di Gaza semakin rumit dengan kematian Sinwar. Perang dan konflik yang berkepanjangan antara Israel dan Hamas tampaknya akan memasuki babak baru yang lebih intens. Seiring dengan kemarahan sekutu-sekutu Hamas, banyak yang khawatir bahwa ketegangan ini dapat memicu spiral kekerasan yang lebih besar di kawasan tersebut.
Dengan situasi yang terus berkembang, perhatian dunia kini tertuju pada respons yang akan diambil oleh Iran, Hizbullah, dan Hamas setelah kehilangan pemimpin mereka. Akankah ini menandakan peningkatan intensitas konflik, atau akankah ada upaya diplomatik untuk meredakan ketegangan yang semakin membara? Hanya waktu yang akan menjawab pertanyaan tersebut.
(N/014)
MEDAN Wakil Gubernur (Wagub) Sumut Surya mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) menjadikan Alquran sebagai pedoman hidup, sekaligu
AGAMA
MEDAN Para kepala daerah di Sumut diminta mengedukasi masyarakat agar tidak membeli Bahan Bakar Minyak (BBM) secara berlebihan atau pani
PERISTIWA
JAKARTA Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Bidang Komunikasi dan Investigasi, Nanik Sudaryati Deyang, menegaskan bahwa Program Makan
NASIONAL
MEDAN Persidangan perkara dugaan korupsi pengalihan aset negara senilai Rp263,4 miliar terkait lahan eks PT Perkebunan Nusantara (PTPN)
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Menjelang berbuka puasa, ratusan anak yatim dan dhuafa tampak berbaris rapi di Gedung Serba Guna Aceh Sepakat, Medan, membawa kant
NASIONAL
PADANGSIDIMPUAN Pemerintah Kota Padangsidimpuan memperingati Nuzulul Qur&039an 1447 H / 2026 M pada Jumat malam (6/3/2026), selepas sh
PEMERINTAHAN
BANDUNG Badan Gizi Nasional (BGN) menegaskan seluruh mitra dapur dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) wajib segera mengurus Sertifik
NASIONAL
BOGOR Sebuah surat edaran permohonan Tunjangan Hari Raya (THR) dari Pemerintah Desa Jampang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, menjadi
PERISTIWA
JAKARTA Sebanyak 492 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di wilayah Sumatera akan ditutup sementara mulai 9 Maret 2026, karena belum
KESEHATAN
JAKARTA Ribuan massa menggelar aksi solidaritas untuk kemerdekaan Palestina bertajuk Indonesia Bukan Satpam Israel di Jalan Medan Merd
PERISTIWA