Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
GAYO LUES – Prajurit TNI terus mempercepat pembangunan jembatan di Desa Pasir Putih, Kecamatan Pining, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, meski harus menghadapi medan yang berat.
Jalan berlumpur, arus sungai yang deras, hingga cuaca yang tidak menentu menjadi tantangan selama proses pengerjaan.
Pembangunan infrastruktur tersebut dilakukan untuk memulihkan akses masyarakat yang sempat terputus akibat banjir.
Baca Juga:
.jpeg)
Sebelumnya, jembatan utama di kawasan itu hanyut diterjang arus sungai sehingga aktivitas warga terganggu.
Pengerjaan dipimpin langsung oleh Danrem 011/Lilawangsa, Brigjen TNI Ali Imran, bersama prajurit Kodim 0113/Gayo Lues, personel Batalyon TP 855/Raksaka Dharma, serta Yonzipur 16 Kodam Iskandar Muda.
Karena kendaraan tidak dapat menjangkau lokasi, para prajurit harus memikul material jembatan secara manual, menyeberangi sungai, dan melewati jalan berlumpur agar material dapat sampai ke lokasi pembangunan.
Pembangunan tersebut meliputi sejumlah infrastruktur penting, di antaranya jembatan Bailey di Desa Pintu Rime, jembatan perintis, jembatan beton, jembatan Aramco, hingga jembatan gantung sepanjang 70 meter.

Seluruh proyek itu diharapkan menjadi akses utama yang menghubungkan masyarakat di wilayah pedalaman.
Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran mengatakan proses pembangunan terus dikebut meski menghadapi berbagai kendala di lapangan.
"Medan yang berlumpur bahkan membuat sejumlah truk pengangkut material milik TNI terperosok, sehingga material terpaksa dievakuasi dan dipikul manual oleh para prajurit," ujarnya.
Menurut Ali Imran, TNI berkomitmen menyelesaikan pembangunan tersebut agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.
"Sesuai perintah Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, melalui Dansatgas Jembatan, Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, kami mengerahkan prajurit jajaran TNI AD untuk terus menggenjot pembangunan ini. Targetnya agar aktivitas warga cepat lancar dan kembali normal," katanya.

Sebelum pembangunan dimulai, warga terpaksa menggunakan jembatan darurat yang terbuat dari tali dan bambu untuk menyeberangi sungai setelah jembatan permanen putus akibat banjir.
Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan masyarakat, terutama anak-anak yang setiap hari harus melintasi sungai untuk pergi ke sekolah.
Melalui pembangunan jembatan baru ini, pemerintah bersama TNI berharap mobilitas masyarakat kembali pulih, distribusi hasil pertanian menjadi lebih lancar, serta aktivitas ekonomi dan pelayanan publik di wilayah pedalaman Gayo Lues dapat berjalan lebih baik.* (ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.