BREAKING NEWS
Kamis, 02 April 2026

Pemerintah Prancis Batasi Partisipasi Perusahaan Israel di Pameran Euronaval 2024

BITVonline.com - Kamis, 17 Oktober 2024 08:48 WIB
Pemerintah Prancis Batasi Partisipasi Perusahaan Israel di Pameran Euronaval 2024
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

PRANCIS -Pemerintahan Presiden Prancis, Emmanuel Macron, telah mengumumkan pembatasan terhadap partisipasi perusahaan-perusahaan Israel dalam pameran Euronaval 2024 yang akan berlangsung di Paris pada 4 hingga 7 November mendatang. Keputusan ini diambil sebagai respons terhadap ketegangan yang meningkat antara Israel dan Hamas, serta serangan udara yang dilancarkan Israel di Lebanon.

Euronaval, penyelenggara pameran tersebut, mengonfirmasi bahwa setidaknya tujuh perusahaan Israel tidak diizinkan untuk menampilkan produk dan peralatan mereka. Dalam pernyataannya, pihak Euronaval menyatakan, “Pemerintah Prancis memberitahukan bahwa delegasi Israel tidak diizinkan untuk menampilkan platform atau peralatan di pameran tersebut.”

Larangan ini muncul setelah upaya Prancis untuk mencapai gencatan senjata di Jalur Gaza gagal, dan serangan Israel yang semakin intensif di wilayah Lebanon. Pameran Euronaval dikenal sebagai salah satu pameran terkemuka di dunia dalam bidang persenjataan angkatan laut, dengan perkiraan akan dihadiri oleh sekitar 500 perusahaan dan 22.000 pengunjung.

Salah satu perusahaan militer Israel, Masvenot Yisrael, telah dijadwalkan untuk berpartisipasi dengan rencana mendirikan paviliun besar untuk memamerkan produk seperti kapal “Reshef 80” dan “Mini Shaldag.” Menanggapi keputusan pemerintah Prancis, Masvenot Yisrael menyatakan bahwa mereka akan mengajukan banding melalui jalur hukum.

Reaksi Menteri Pertahanan Israel

Menteri Pertahanan Israel, Yoav Gallant, mengecam kebijakan ini, menyebutnya “memalukan bagi Paris.” Dalam unggahan di media sosial X, ia menambahkan, “Prancis mengadopsi dan terus menerapkan kebijakan yang bermusuhan terhadap orang-orang Yahudi.” Gallant juga menuduh Macron ingin memberlakukan embargo senjata setelah pernyataan presiden Prancis yang menyerukan penghentian ekspor senjata yang digunakan oleh Israel di Jalur Gaza dan Lebanon.

Ini bukan pertama kalinya Prancis melarang perusahaan Israel berpartisipasi dalam pameran pertahanan. Pada bulan Mei lalu, pemerintah Prancis juga menyatakan bahwa situasi tidak memungkinkan bagi perusahaan-perusahaan Israel untuk berpartisipasi, merujuk pada serangan yang berlangsung di Jalur Gaza.

Kondisi di Jalur Gaza

Sementara itu, situasi di Jalur Gaza semakin memburuk. Menurut laporan terbaru, jumlah korban tewas warga Palestina akibat agresi Israel telah meningkat menjadi lebih dari 42.409 jiwa, dengan lebih dari 99.000 orang lainnya terluka sejak 7 Oktober 2023 hingga 16 Oktober 2024. Di sisi lain, Israel mencatat 1.147 kematian sebagai akibat dari serangan yang diluncurkan oleh Hamas.

Agresi ini dimulai setelah Hamas meluncurkan Operasi Banjir Al-Aqsa, sebagai bentuk perlawanan terhadap pendudukan Israel dan kekerasan yang berlangsung di Al-Aqsa sejak 1948. Israel mengklaim bahwa ada 101 sandera yang masih hidup atau tewas, yang saat ini ditahan oleh Hamas di Jalur Gaza.

Kondisi yang terus memburuk di wilayah tersebut, disertai dengan ketegangan internasional, menciptakan tantangan baru bagi diplomasi Prancis, serta untuk stabilitas regional di Timur Tengah.

(N/014)

0 komentar
Tags
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru