BREAKING NEWS
Minggu, 19 Juli 2026

TNI Klaim Berkontribusi 55 Persen Target Produksi Beras Nasional 2026 Lewat Pendampingan Petani

Johan - Jumat, 17 Juli 2026 19:18 WIB
TNI Klaim Berkontribusi 55 Persen Target Produksi Beras Nasional 2026 Lewat Pendampingan Petani
Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, saat melaporkan pelaksanaan panen raya terintegrasi komoditas tebu, padi, dan kedelai kepada Presiden Prabowo Subianto di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026). (Foto: Tangkapan Layar Sekreta
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyampaikan kontribusi TNI Angkatan Darat dalam mendukung program ketahanan pangan nasional. Hingga pertengahan 2026, TNI AD disebut telah mendampingi panen padi yang berkontribusi terhadap lebih dari separuh target produksi beras nasional tahun ini.

Hal tersebut disampaikan Agus saat melaporkan pelaksanaan panen raya terintegrasi komoditas tebu, padi, dan kedelai kepada Presiden Prabowo Subianto di Lanud Abdulrachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

Agus mengatakan, sejak Januari hingga Juni 2026, pendampingan TNI AD telah mencakup lahan panen padi seluas 6,26 juta hektare dengan hasil produksi mencapai 19,2 juta ton beras.

Baca Juga:

"Total luas panen mencapai 6,26 juta hektare dengan produksi 19,2 juta ton beras, atau telah mendukung 55,24 persen target produksi beras nasional tahun 2026," ujar Agus dalam laporannya.

Menurut Agus, keterlibatan TNI di sektor pertanian merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo dalam memperkuat ketahanan pangan dan mempercepat pencapaian swasembada pangan nasional.

Selain padi, masing-masing matra TNI juga memiliki peran dalam pendampingan sejumlah komoditas strategis. TNI Angkatan Udara (TNI AU) fokus mendukung pengembangan tanaman tebu bersama pihak swasta dan asosiasi petani.

Dalam program tersebut, TNI AU mendampingi pengelolaan lahan tebu seluas 236.048 hektare yang diproyeksikan menghasilkan sekitar 18,386 juta ton tebu atau setara 1,36 juta ton gula.

Agus menyebut pengembangan sektor tebu tidak hanya menghasilkan gula, tetapi juga membuka peluang hilirisasi melalui produksi molase, bioetanol untuk kebutuhan industri maupun farmasi, hingga pupuk organik.

Sementara itu, TNI Angkatan Laut (TNI AL) berperan dalam pengembangan komoditas kedelai dengan pendampingan lahan seluas 2.432 hektare yang tersebar di sejumlah wilayah.

Dari lahan tersebut, produksi kedelai tercatat mencapai 3.676 ton. Selain itu, TNI AL juga melakukan pembukaan lahan baru seluas 3.110 hektare dengan perkiraan hasil produksi mencapai 5.287 ton.

Panglima TNI menilai kerja sama antara TNI, pemerintah, BUMN, dunia usaha, akademisi, serta masyarakat menjadi kunci dalam memperkuat kemandirian pangan Indonesia.

Menurutnya, program pendampingan pertanian yang dilakukan TNI menjadi bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor pangan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.

"Panen raya ini menjadi bukti nyata TNI hadir memperkuat kemandirian pangan dan memajukan perekonomian bangsa," kata Agus.* (k/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru