BREAKING NEWS
Rabu, 29 Juli 2026

Pemkot dan Kejaksaan Monitoring Dapur MBG di Binjai, Ini Hasil Temuannya

Adelia Syafitri - Rabu, 29 Juli 2026 08:24 WIB
Pemkot dan Kejaksaan Monitoring Dapur MBG di Binjai,  Ini Hasil Temuannya
Pemerintah Kota Binjai bersama Kejaksaan Negeri Binjai beserta Tim melaksanakan Monev ke Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kota Binjai, Selasa, 28 Juli 2026. (foto: Datun Kejari Binjai)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BINJAI – Sebanyak 41 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang memproduksi makanan untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah beroperasi di Kota Binjai, Sumatera Utara.

Bertambahnya jumlah dapur tersebut diikuti dengan pengawasan melalui monitoring dan evaluasi yang dilakukan Pemerintah Kota Binjai bersama Kejaksaan Negeri Binjai.

Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan setiap dapur MBG memenuhi standar yang telah ditetapkan, mulai dari kondisi bangunan, pengelolaan limbah, hingga aspek higiene dan sanitasi dalam proses penyediaan makanan bagi para penerima manfaat.

Baca Juga:

Tim monitoring dan evaluasi melibatkan Kejaksaan Negeri Binjai, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Perumahan dan Permukiman, serta Dinas Kesehatan Kota Binjai.

Sejauh ini, tim gabungan telah melakukan pemeriksaan terhadap enam dapur MBG, termasuk sejumlah SPPG yang berada di wilayah Kecamatan Binjai Utara.


Lokasi pertama yang diperiksa berada di Jalan Tengku Amir Hamzah, Kelurahan Jati Utomo, Kecamatan Binjai Utara. Dapur tersebut dikelola oleh Yayasan Kogana Sumut.

Dalam pemeriksaan itu, tim mengecek kondisi bangunan dapur, instalasi pengolahan air limbah (IPAL), serta kepemilikan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS).

IPAL menjadi salah satu aspek penting yang diperiksa karena berkaitan dengan pengelolaan limbah dari aktivitas dapur.

Sementara itu, SLHS dibutuhkan untuk memastikan fasilitas pengolahan makanan telah memenuhi standar kebersihan dan kesehatan.

Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kota Binjai, Rizqi Afnan, menyambut baik pelaksanaan monitoring dan evaluasi tersebut.

Menurutnya, kolaborasi lintas instansi sangat dibutuhkan untuk meningkatkan kualitas fasilitas dapur MBG.

"Kedatangan rekan-rekan berkolaborasi untuk pembenahan (terhadap) bangunan, limbah, dan laik higienis. Yang hadir dari kejaksaan, dinas lingkungan hidup, dinas kesehatan," ujar Rizqi, Selasa (28/7/2026).

Editor
: Mass Arie
0 komentar
Tags
beritaTerkait
BGN Temukan 414 SPPG Belum Beroperasi Meski Dana Sudah Dicairkan
Viktor Laiskodat Ajak Masyarakat NTT Perangi Judi Online Lewat Literasi Digital dan Penguatan UU ITE
Bupati Batu Bara Pimpin Tepung Tawar Pemulangan Jemaah Haji 1448 H, Tekankan Peningkatan Pelayanan Haji
Pemkab Asahan Gelar Gerakan Aksi Bergizi di Sekolah, Percepat Penanggulangan Stunting pada Remaja Putri
Aceh Bangkit Usai Bencana, Rp231 Miliar Digelontorkan untuk Pulihkan Sawah dan Irigasi Petani
Lhokseumawe Mulai Gunakan Dana TKD Rp126,9 Miliar, 42 Program Pemulihan Pascabencana Dijalankan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru