BREAKING NEWS
Sabtu, 01 Agustus 2026

Istana Buka Suara soal Istilah "Londo Ireng" yang Disebut Prabowo

Adelia Syafitri - Sabtu, 01 Agustus 2026 08:28 WIB
Istana Buka Suara soal Istilah "Londo Ireng" yang Disebut Prabowo
Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi memberikan penjelasan mengenai pernyataan Presiden Prabowo Subianto yang menyebut pemerintah juga berhak mengkritik para pengkritiknya.

Menurut Hasan, kritik dari pemerintah bukan ditujukan kepada masyarakat secara umum, melainkan kepada kelompok tertentu yang dinilai terus membangun narasi pesimistis terhadap kondisi bangsa.

Hasan menegaskan, istilah "londo ireng" yang sempat menjadi perhatian publik tidak ditujukan kepada seluruh masyarakat.

Baca Juga:

Ia menyebut istilah tersebut hanya ditujukan kepada kelompok tertentu yang dianggap lebih sering menciptakan kegaduhan dibandingkan memberikan optimisme.

"Mengkritik londo ireng boleh dong. Kan enggak ditunjukkan ke rakyat secara umum. Itu kan ke kelompok-kelompok kritis yang kita duga sebagai londo ireng. Bukan untuk masyarakat secara umum," kata Hasan kepada wartawan di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat, 31 Juli 2026.

Saat dimintai penjelasan mengenai siapa yang dimaksud dengan kelompok tersebut, Hasan mengatakan istilah "londo ireng" hanyalah sebuah ungkapan yang ditujukan kepada sebagian orang yang dinilai lebih senang membangun suasana gaduh dibandingkan memberikan harapan.

"Itu kan istilah saja untuk sebagian orang yang ya sepertinya kok lebih suka gaduh. Sepertinya kok lebih suka pesimis melihat kehidupan bangsa kita," ujarnya.

Menurut Hasan, sebagian dari kelompok tersebut bahkan memiliki profesi yang sama dengan pihak pemerintah dalam menyampaikan informasi kepada publik.

Namun, ia menilai seluruh pihak seharusnya memiliki semangat yang sama untuk menjaga persatuan dan membangun optimisme terhadap masa depan Indonesia.

Hasan mengingatkan bahwa yang dibutuhkan bangsa saat ini bukan memperbesar perbedaan, melainkan memperkuat kerja sama dan rasa percaya diri sebagai bangsa.

"Jadi buat kita ini sebagai peringatan saja bahwa harusnya kan kita bersama-sama bersatu. Tidak memperbanyak kegaduhan, tapi justru memperbanyak kekompakan," ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk lebih optimistis dalam menghadapi berbagai tantangan yang sedang dihadapi Indonesia.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Membaca Survei, Belajar dari Jokowi
Butuh Tambahan Modal UMKM? Intip Simulasi Cicilan KUR BCA Rp100 Juta Tenor Hingga 5 Tahun
Efek Pangkas TKD, Ratusan Daerah Kelimpungan Bayar Gaji ASN, Purbaya Tunggu Restu Prabowo
Disinggung Prabowo, Dokter Bongkar Fakta Asbes yang Bisa Picu Kanker Paru
Prabowo Ngaku Sudah Ditawari Jadi Duta Kopi Indonesia usai Tak Lagi Jadi Presiden
Prabowo: Perang Ukraina Bisa Lampaui Durasi Perang Dunia Kedua, Dunia Kian Rawan
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru