Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA – Federasi Sepak Bola Dunia (FIFA) resmi membatalkan rencana penjualan saham Piala Dunia melalui proyek FIFA Forward Enterprise.
Keputusan tersebut diambil setelah mayoritas federasi anggota menyatakan penolakan terhadap usulan yang dinilai berpotensi mengubah arah pengelolaan kompetisi paling bergengsi di dunia itu.
Presiden FIFA Gianni Infantino mengatakan usulan tersebut tidak akan dilanjutkan karena memunculkan perbedaan pandangan yang cukup besar di antara negara anggota.
Baca Juga:
"Setelah mendengarkan dengan saksama semua pandangan, menjadi jelas bahwa proyek ini telah menimbulkan perpecahan yang, terlepas dari tingkat dukungannya, tidak lagi sejalan dengan tujuan yang ditetapkan sejak awal," kata Gianni Infantino, Sabtu (1/8/2026).
Ia menegaskan bahwa FIFA ingin tetap menjaga persatuan seluruh anggota.
"Tujuan kami selalu-dan akan selalu-adalah untuk mempersatukan dan meningkatkan. Oleh karena itu, usulan ini tidak akan dilanjutkan," lanjutnya.
Keputusan tersebut berdampak langsung pada seluruh federasi anggota, termasuk Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI).
Sebelumnya, FIFA menawarkan paket pendanaan yang jauh lebih besar bagi federasi yang mendukung pembentukan FIFA Forward Enterprise.
Dalam skema yang sempat diajukan, setiap federasi pendukung berpeluang memperoleh pendanaan hingga 40 juta dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp720 miliar untuk periode 2027–2030.
Dana tersebut terdiri dari bantuan FIFA Forward senilai 20 juta dolar AS ditambah bonus 20 juta dolar AS melalui program FIFA Fast Forward.
Nilai tersebut meningkat drastis dibandingkan bantuan pada periode 2023–2026 yang mencapai sekitar 8 juta dolar AS.
Sebelum muncul usulan penjualan saham Piala Dunia, FIFA hanya berencana memberikan bantuan sebesar 10 juta dolar AS untuk periode 2027–2030.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.