BREAKING NEWS
Selasa, 04 Agustus 2026

MDMC dan UNFPA Berikan Layanan Kesehatan Reproduksi serta Dukungan Psikososial bagi Penyintas Bencana di Aceh Tengah

T.Jamaluddin - Selasa, 04 Agustus 2026 20:49 WIB
MDMC dan UNFPA Berikan Layanan Kesehatan Reproduksi serta Dukungan Psikososial bagi Penyintas Bencana di Aceh Tengah
MDMC Aceh bersama UNFPA memberikan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kemukiman Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah, Senin (3/8/2026). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

ACEH TENGAHMuhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Aceh bersama United Nations Population Fund (UNFPA) kembali memberikan layanan kesehatan reproduksi, pencegahan kekerasan berbasis gender (KBG), serta dukungan psikososial bagi masyarakat terdampak bencana hidrometeorologi di Kemukiman Jamat, Kecamatan Linge, Kabupaten Aceh Tengah.

Pelayanan yang berlangsung pada Senin (3/8/2026) itu dilaksanakan di tiga kampung, yakni Delung Sekinel, Kute Reje, dan Reje Payung.

Ketiga wilayah tersebut menjadi daerah yang terdampak cukup parah akibat banjir dan longsor pada 2025.

Baca Juga:

Hingga kini masyarakat masih menghadapi berbagai persoalan pascabencana, mulai dari kerusakan infrastruktur, terbatasnya akses layanan dasar, hingga krisis air bersih akibat tercemarnya sejumlah sumber mata air.

Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara MDMC dan UNFPA yang telah berjalan selama tiga bulan di Kabupaten Aceh Tengah dan Aceh Tamiang.

Kedua daerah itu dipilih sebagai wilayah prioritas karena mengalami dampak paling besar akibat bencana hidrometeorologi.

Selama pelaksanaan program, relawan MDMC telah menjangkau berbagai daerah terdampak, termasuk wilayah yang sulit diakses.

Kemukiman Jamat menjadi lokasi pelayanan dengan jarak terjauh yang didatangi tim, sekitar 57 kilometer dari Kota Takengon dengan waktu tempuh sekitar tiga setengah jam melalui jalur pegunungan.

Sekretaris MDMC Aceh, Syukri Karim, M.Psi., mengatakan meskipun masa tanggap darurat telah berakhir, masyarakat masih membutuhkan pendampingan, terutama kelompok rentan seperti perempuan, ibu hamil, ibu menyusui, anak-anak, penyandang disabilitas, dan lanjut usia.

"Pemulihan pascabencana tidak berhenti ketika status tanggap darurat dicabut. Masyarakat masih membutuhkan layanan kesehatan, pendampingan psikososial, serta edukasi agar proses rehabilitasi dan rekonstruksi dapat berjalan lebih baik," ujarnya kepada wartawan di Takengon, Selasa (4/8/2026).

Pelayanan kesehatan dipimpin oleh dr. Hardianis bersama tim medis yang melibatkan dua dokter dari Pimpinan Daerah Muhammadiyah Aceh Tengah, enam bidan, tiga relawan, satu koordinator Ruang Ramah Perempuan dan Anak, serta satu koordinator wilayah.

Layanan yang diberikan meliputi pemeriksaan kesehatan umum, layanan kesehatan reproduksi, penyuluhan, pemeriksaan kehamilan menggunakan ultrasonografi (USG), edukasi kesehatan, hingga dukungan psikososial bagi anak-anak dan keluarga penyintas.

Kegiatan tersebut juga didampingi fasilitator Emergency Medical Team (EMT) Muhammadiyah, Dr. dr. Aslinar, Sp.A., M.Biomed., yang turut memantau jalannya pelayanan sekaligus memberikan pengobatan kepada pasien anak.

Dalam pelaksanaannya, program ini juga mendapat kunjungan monitoring dari mitra UNFPA. Rahmi Dian Agustino dan Itsnain Bagus hadir melakukan dokumentasi serta pemantauan pelaksanaan program di lapangan.

Sementara itu, Nur Asiah dari MDMC Pimpinan Pusat Muhammadiyah bersama Yuniar Wardani dan Fatihah Nur dari Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) Pimpinan Pusat Muhammadiyah ikut memastikan layanan kesehatan reproduksi, pencegahan kekerasan berbasis gender, dan dukungan psikososial berjalan sesuai standar.

Dr. dr. Aslinar, Sp.A., M.Biomed., menjelaskan hasil pemeriksaan menunjukkan penyakit kulit masih menjadi keluhan yang paling banyak dialami anak-anak di wilayah terdampak.

"Kasus dermatitis masih cukup dominan. Selain pemeriksaan, kami juga memberikan edukasi kepada orang tua mengenai pemenuhan gizi dan pemantauan tumbuh kembang anak," jelasnya.

Selain dermatitis, tim medis juga menemukan sejumlah kasus gangguan gizi, gangguan tumbuh kembang, serta infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).

Koordinator Program Kesehatan Reproduksi dan Pencegahan Kekerasan Berbasis Gender (KBG) MDMCUNFPA di Aceh Tengah, Jarnida, mengatakan persoalan air bersih masih menjadi tantangan utama bagi masyarakat.

Sejak banjir melanda, sejumlah sumber mata air tercemar sehingga kualitas air menurun dan belum sepenuhnya layak digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.

Di samping layanan kesehatan, relawan psikososial juga mengadakan berbagai kegiatan bagi anak-anak, seperti membaca nyaring (read aloud), permainan edukatif, dan permainan tradisional.

Kegiatan tersebut bertujuan membantu anak-anak kembali merasa aman, berani berekspresi, serta memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan selama proses pemulihan pascabencana.

Hingga saat ini, proses rehabilitasi di Kecamatan Linge masih terus berlangsung.

Perbaikan jalan, pembangunan dinding penahan tanah, serta pemulihan berbagai fasilitas umum terus dilakukan agar aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal.

Melalui kolaborasi ini, MDMC bersama UNFPA berharap masyarakat terdampak bencana, khususnya kelompok rentan, tetap memperoleh akses terhadap layanan kesehatan reproduksi, perlindungan dari kekerasan berbasis gender, serta dukungan psikososial selama proses rehabilitasi dan rekonstruksi berlangsung.* (ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Gubernur Aceh Mualem Temui Mentan Amran, Minta Dukungan Pemulihan Sawah dan Kebun Pascabencana
Kapolda Aceh dan BPKP Perkuat Sinergi, Dorong Pengelolaan Keuangan yang Transparan dan Akuntabel
BPBD Catat 272 Bencana Terjadi di Sumut Sepanjang Januari-Juli 2026, Cuaca Ekstrem Paling Dominan
Resmi! Ketua MA Lantik Dr. Sutio Jumagi Akhirno sebagai Ketua Pengadilan Tinggi Banda Aceh
Pascabanjir Serbelawan, Pemkab Simalungun Gandeng TNI, Polri, dan Warga Gotong Royong Percepat Pemulihan
Pertamina Tambah Pasokan BBM di Aceh, Pemerintah Bentuk Satgas untuk Urai Antrean SPBU
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru