Indonesia Bukan Satu Wajah, DPD Ingin Asta Cita Prabowo Dirasakan sampai Pelosok
JAKARTA Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung menyebut Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RIDPD RI (STSB) 2026 menjadi momentum p
NASIONAL
ACEH TAMIANG - Rasa syukur dan harapan untuk kembali menjalani kehidupan secara normal mulai tumbuh di tengah para penyintas bencana yang menempati Hunian Sementara (Huntara) Aceh Tamiang 4 di Desa Medang Ara, Kecamatan Karang Baru, Aceh Tamiang, Aceh.
Mendung yang menggantung di langit sore itu tak menyurutkan anak-anak penghuni huntara untuk bermain di lapangan rumput kompleks. Ketika hujan deras mulai turun, sejumlah anak laki-laki tetap berlarian dan saling mengejar meski pakaian mereka mulai basah.
Awaludin (43), salah satu penyintas asal Desa Tanjung Karang, Kecamatan Karang Baru, tersenyum melihat anak-anak tersebut. Dia mengaku membiarkan anak-anak bermain selama kondisi hujan masih aman.Baca Juga:
"Biarkan saja dulu mereka bermain, asalkan hujan tidak disertai kilat atau petir. Kalau ada kilat, baru kami suruh mereka segera pulang," kata Awaludin.
Awaludin kini tinggal di salah satu unit huntara bersama istri dan kedua anaknya. Hunian tersebut dilengkapi dua tempat tidur dan satu lemari untuk menyimpan pakaian serta barang keluarga.
Rumah Awaludin sebelumnya mengalami kerusakan berat akibat bencana hidrometeorologi yang terjadi pada akhir tahun lalu. Kini, huntara menjadi tempat keluarganya berlindung sekaligus memulai kembali kehidupan setelah bencana.
Dia bersyukur keluarganya mendapatkan tempat tinggal sementara yang layak. Menurutnya, huntara bukan sekadar tempat berteduh, tetapi juga ruang bagi keluarganya untuk kembali menata kehidupan.
Di tempat tersebut, anak-anaknya bisa beristirahat, belajar dan bermain tanpa harus terus berada dalam kondisi darurat seperti setelah bencana.
Kompleks Huntara Aceh Tamiang 4 dibangun melalui kolaborasi Kementerian Pekerjaan Umum, PT Wijaya Karya dan Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang. Kompleks tersebut terdiri atas 240 unit hunian untuk para penyintas dari sejumlah wilayah di Aceh Tamiang.
Sejumlah fasilitas pendukung juga tersedia bagi penghuni. Di antaranya kamar mandi bersama di setiap blok, dapur umum, tempat ibadah serta fasilitas air bersih.
Ketersediaan fasilitas tersebut membantu para penyintas memenuhi kebutuhan sehari-hari sembari kembali membangun kehidupan dan kebersamaan setelah bencana.
Rasa syukur juga disampaikan Ngatrizal (66) dan istrinya, Yunita (61). Pasangan lanjut usia asal Desa Kebun Tanjung Seumantoh itu kini tinggal di Huntara Aceh Tamiang 4 setelah rumah mereka rusak parah akibat bencana.
"Alhamdulillah, kami bisa tinggal di huntara ini setelah rumah kami rusak parah," ujar Ngatrizal.
Bagi Ngatrizal dan Yunita, keberadaan huntara memberikan rasa aman, terutama ketika hujan kembali turun. Mereka tidak lagi harus memikirkan tempat berlindung sementara setelah rumah mereka mengalami kerusakan.
Di tengah kehidupan yang mulai tertata di huntara, pembangunan hunian tetap (huntap) bagi para penyintas juga terus berjalan. Pemerintah pusat, pemerintah daerah dan sejumlah elemen masyarakat berkolaborasi membangun hunian permanen bagi warga yang terdampak bencana.
Di Aceh Tamiang, ratusan unit huntap telah rampung dibangun. Di antaranya huntap yang dibangun Yayasan Buddha Tzu Chi di Kecamatan Karang Baru dan hunian tetap yang dibangun Polri di Kecamatan Kejuruan Muda.
Kompleks hunian tetap tersebut kini memasuki tahap penyelesaian akhir, termasuk pembangunan sejumlah fasilitas umum dan fasilitas sosial.
Bagi para penyintas, huntara menjadi tempat untuk kembali menata kehidupan. Sementara pembangunan huntap diharapkan menjadi langkah berikutnya agar mereka dapat kembali memiliki tempat tinggal permanen dan memulai kehidupan baru setelah bencana.* (dh)
JAKARTA Wakil Ketua DPD RI Tamsil Linrung menyebut Sidang Tahunan MPR RI dan Sidang Bersama DPR RIDPD RI (STSB) 2026 menjadi momentum p
NASIONAL
JAKARTA Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Rabu (12/8/2026). Rupiah turun 16 poin a
EKONOMI
JAKARTA Komisi III DPR menggelar uji kelayakan dan kepatutan atau fit and proper test terhadap sejumlah calon Hakim Agung dan Hakim Ad H
NASIONAL
JAKARTA Tim kuasa hukum Tifauzia Tyassuma alias Dokter Tifa mempertanyakan langkah Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang kembali melimpahkan pe
NASIONAL
JAKARTA Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta aparat penegak hukum mengusut dan menindak pihak yang bertanggung jawab atas tantangan haf
NASIONAL
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Wakil Menteri Perang Amerika Serikat (AS) bidang Kebijakan, Elbridge Colby, di Ista
NASIONAL
JAKARTA Pengamat kebijakan publik Bonatua Silalahi meminta Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) menguji keabsahan ijazah S1 Universita
POLITIK
JAKARTA Seorang siswa Sekolah Rakyat terpilih menjadi anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) tingkat nasional 2026. Menter
NASIONAL
JAKARTA Eks Jampidsus Febrie Adriansyah menyampaikan duka atas meninggalnya Sutrimo, mantan kepala rumah tangga (karumga) keluarganya. M
NASIONAL
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengaku sempat berdebar menyaksikan sejumlah manuver pesawat tempur dan heli
PEMERINTAHAN