Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA – Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir menyampaikan terima kasih kepada Presiden Prabowo Subianto atas kepercayaan dan keleluasaan yang diberikan kepada Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk melakukan transformasi birokrasi.
Erick mengatakan arahan Presiden Prabowo untuk membenahi birokrasi terus dijalankan di lingkungan Kemenpora. Menurutnya, proses pembenahan tersebut mulai menunjukkan hasil melalui peningkatan kinerja kementerian.
Hal itu disampaikan Erick saat memberikan pemaparan kepada media di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Rabu (12/8/2026).
Baca Juga:
Menurut Erick, penilaian terhadap transformasi birokrasi Kemenpora kini mencapai 83 persen. Angka tersebut disebut meningkat dibandingkan capaian sebelumnya.
"Sekarang penilaiannya mencapai 83 persen. Tentu, itu belum menjadi target akhir dan akan terus kami tingkatkan meskipun sudah jauh lebih baik dari sebelumnya," ujar Erick.
Erick juga menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) yang terus mendampingi proses pembenahan birokrasi di Kemenpora.
Selain transformasi birokrasi, Kemenpora kembali memperoleh opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).
"Alhamdulillah, kami kembali mendapatkan WTP. Itu menjadi hal yang positif bagi upaya perbaikan tata kelola Kemenpora," katanya.
Erick mengatakan tindak lanjut terhadap temuan BPK di lingkungan Kemenpora juga telah mencapai 81 persen.
Menurutnya, angka tersebut lebih tinggi dibandingkan rata-rata kementerian dan lembaga lain yang disebut berada di kisaran 76 persen.
Meski sejumlah indikator menunjukkan perbaikan, Erick menegaskan Kemenpora tidak akan berhenti melakukan pembenahan. Menurutnya, pertanggungjawaban terhadap penggunaan keuangan negara harus terus diperkuat.
"Kalau bisa, pertanggungjawaban terhadap keuangan negara terus kami dorong ke angka yang jauh lebih tinggi," ujar Erick.
Erick menilai capaian transformasi birokrasi dan opini WTP menjadi dua indikator bahwa pembenahan tata kelola di lingkungan Kemenpora mulai menunjukkan perkembangan positif.
Ke depan, Kemenpora akan memperkuat penerapan sistem e-procurement dan e-budgeting dalam proses pengadaan serta pengelolaan anggaran.
Penerapan sistem digital tersebut diharapkan dapat membuat proses penganggaran semakin transparan, terukur dan akuntabel.
Erick menegaskan seluruh proses penganggaran harus dilakukan secara terbuka sehingga dapat mempersempit ruang terjadinya penyalahgunaan anggaran negara.
Transformasi birokrasi tersebut dinilai menjadi bagian penting dari upaya Kemenpora membangun tata kelola pemerintahan yang lebih efektif sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan publik di bidang kepemudaan dan olahraga.* (an/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.