BREAKING NEWS
Kamis, 01 Oktober 2026

291 Hektare Lahan Terbakar, Kapolda Aceh dan Kasdam IM Gelar Apel Gabungan Jelang HDA ke-21

T.Jamaluddin - Jumat, 14 Agustus 2026 17:54 WIB
291 Hektare Lahan Terbakar, Kapolda Aceh dan Kasdam IM Gelar Apel Gabungan Jelang HDA ke-21
Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan bersama Kasdam Iskandar Muda Brigjen TNI Dwi Sasongko, di Lanud Sultan Iskandar Muda, Blang Bintang, Aceh Besar, Jumat (14/8/2026). (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BANDA ACEH — Kapolda Aceh Irjen Pol. Ruddi Setiawan bersama Kasdam Iskandar Muda Brigjen TNI Dwi Sasongko memimpin apel gelar pasukan untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sekaligus mengamankan peringatan Hari Damai Aceh (HDA) ke-21. Apel digelar di Lanud Sultan Iskandar Muda (SIM), Blang Bintang, Aceh Besar, Jumat (14/8/2026).

Apel tersebut melibatkan personel TNI, Polri, Dinas Perhubungan, Satpol PP, pemadam kebakaran, pemerintah daerah, serta sejumlah instansi terkait. Kolaborasi lintas sektor ini dilakukan untuk memastikan penanganan karhutla sekaligus pengamanan HDA berjalan optimal.


Baca Juga:

Kapolda Aceh mengatakan apel gelar pasukan menjadi bentuk kesiapan bersama menghadapi potensi karhutla, terutama di tengah kondisi musim kemarau. Berdasarkan prediksi BMKG, Aceh memasuki puncak musim kemarau pada Juni hingga September 2026 dengan potensi fenomena El Nino dalam kategori lemah.

Kondisi tersebut dinilai dapat meningkatkan risiko kebakaran, khususnya di wilayah yang memiliki lahan kering, gambut, perkebunan, hutan, dan semak belukar.


Data periode Januari hingga Juli 2026 mencatat luas hutan dan lahan yang terbakar di Aceh mencapai lebih dari 291,1 hektare. Kebakaran tercatat paling banyak terjadi di Nagan Raya, Aceh Selatan, Aceh Tengah, Aceh Barat, dan Aceh Utara.

Ruddi meminta seluruh pihak tidak menunggu hingga kebakaran meluas untuk bertindak. Upaya pencegahan, deteksi dini, hingga penanganan cepat harus dilakukan secara terpadu.


"Jangan sampai kita baru bertindak setelah api membesar. Pencegahan harus dimulai sebelum api muncul, deteksi harus dilakukan sebelum kebakaran meluas, dan penanganan harus dilaksanakan secepat mungkin ketika terjadi kebakaran," kata Ruddi.

Menurut dia, karhutla merupakan ancaman bersama sehingga penanganannya membutuhkan keseriusan, kecepatan, ketegasan, dan kolaborasi seluruh elemen.


Selain persoalan karhutla, apel tersebut juga menjadi bagian dari persiapan pengamanan peringatan HDA ke-21 yang jatuh pada Sabtu (15/8/2026). Momentum tersebut menandai 21 tahun Aceh hidup dalam suasana damai setelah penandatanganan MoU Helsinki pada 15 Agustus 2005.

Peringatan HDA 2026 mengusung tema "Pelaksanaan Penyelesaian Konflik secara Damai, Menyeluruh, Berkelanjutan dan Bermartabat dalam Kerangka NKRI".

Ruddi menekankan agar seluruh personel yang terlibat dalam pengamanan HDA mengedepankan profesionalisme dan humanisme. Deteksi dini terhadap potensi gangguan keamanan maupun isu provokatif juga diminta diperkuat.


"Bagi Polri, tugas kita menjaga agar rangkaian peringatan HDA berjalan aman dan tertib, dan juga menjaga roh perdamaian itu sendiri. Jangan sampai ada tindakan, ucapan, atau sikap kita yang justru mencederai nilai-nilai perdamaian yang selama ini telah kita jaga," ujarnya.

Dalam penanganan karhutla, Kapolda juga meminta sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat di wilayah rawan terus ditingkatkan. Peran Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak pencegahan di tingkat desa juga diminta diperkuat.

Ia menegaskan sinergi antarlembaga harus berjalan dalam satu gerakan, termasuk dalam penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran hutan dan lahan.

"Perkuat sinergitas dan soliditas antarinstansi dalam satu gerakan dan satu tujuan, serta tegakkan hukum secara tegas, profesional, dan berkeadilan terhadap setiap pelaku pembakaran hutan dan lahan," tegasnya.

Sementara itu, Kasdam Iskandar Muda Brigjen TNI Dwi Sasongko mengatakan kesiapan lintas instansi merupakan bukti kuatnya kerja sama dalam membantu Pemerintah Aceh dan masyarakat.

Ia menegaskan penanganan karhutla maupun pengamanan HDA tidak dapat dilakukan oleh satu institusi saja. Menurutnya, seluruh unsur harus bekerja sebagai sebuah tim.

"Tidak ada tugas dan pekerjaan yang dapat diselesaikan oleh 'superman', tetapi 'super team' karena kita saling bekerja sama," kata Dwi.

Dwi juga mengapresiasi kesiapan seluruh peserta apel dalam menghadapi karhutla, mulai dari pencegahan melalui edukasi, pengawasan melalui patroli hingga penindakan melalui kerja sama lintas instansi.

Ia menilai kondisi Aceh yang aman, damai dan kondusif menjadi modal penting dalam mendukung proses rehabilitasi dan rekonstruksi serta pembangunan daerah.

"Jaga kesehatan, jaga kekompakan. Yakinlah, apa yang kita lakukan sangat bermanfaat bagi masyarakat Aceh dan tetap tegak dalam bingkai NKRI," ujarnya.

Kapolda Aceh berharap sinergi TNI-Polri, pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat dapat mewujudkan Aceh bebas asap serta menekan potensi karhutla. Di sisi lain, pengamanan HDA diharapkan berlangsung aman, tertib dan tetap menjaga nilai-nilai perdamaian yang telah terpelihara selama 21 tahun.* (dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Karhutla Mengintai, TNI-Polri dan Pemkab Bener Meriah Tingkatkan Kesiapsiagaan
Petugas Berjibaku hingga Sakit Hirup Asap, Prabowo Perintahkan Karhutla Segera Diatasi
Tanjungbalai Resmi Berganti Identitas Jadi 'Kota Kerang', Ini Targetnya
Kinerja OPD Dinilai Belum Memuaskan, Wali Kota Tanjungbalai: Jangan Bawa Kekerabatan
Gagal Tangani Karhutla, Kapolda dan Pangdam Terancam Dimutasi
Aturan Era Jokowi Masih Berlaku, Kapolda-Pangdam Bisa Dicopot Jika Gagal Tangani Karhutla
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru