BREAKING NEWS
Sabtu, 15 Agustus 2026

Indonesia Terlalu Luas dan Fasilitas Kesehatan Belum Merata, Istana Beber Alasan di Balik Dokter Terbang

Adelia Syafitri - Sabtu, 15 Agustus 2026 16:52 WIB
Indonesia Terlalu Luas dan Fasilitas Kesehatan Belum Merata, Istana Beber Alasan di Balik Dokter Terbang
Mensesneg Prasetyo Hadi. (Foto: Eva/detikcom)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menjelaskan alasan Presiden Prabowo Subianto menyiapkan strategi "dokter terbang" untuk memperluas akses layanan kesehatan. Program tersebut muncul karena fasilitas kesehatan di Indonesia masih belum merata, terutama di wilayah terpencil.

Prasetyo mengatakan konsep dokter terbang merupakan layanan medis bergerak yang memungkinkan tenaga dokter diterbangkan ke daerah tertentu menggunakan moda transportasi udara, termasuk helikopter.

"Kenapa muncul juga ide mengenai dokter terbang, istilah terbang itu karena dalam beberapa kali kesempatan kita berkeliling ke seluruh wilayah di Indonesia memang negara kita sangat luas ya, jangkauan fasilitasnya belum merata," kata Prasetyo di Istana Merdeka, Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Sabtu (15/8/2026).

Baca Juga:

Menurut Prasetyo, strategi tersebut menjadi salah satu solusi untuk mempercepat penanganan kesehatan bagi masyarakat yang berada jauh dari fasilitas medis. Namun, pemerintah tetap akan memperbaiki fasilitas kesehatan secara permanen di berbagai daerah.

Mulai 2027, pemerintah berencana merenovasi 10.000 puskesmas yang tersebar di 7.280 kecamatan. Setiap puskesmas disebut akan mendapatkan anggaran perbaikan sekitar Rp4 miliar, dengan perhatian lebih besar bagi wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

Program renovasi tersebut ditargetkan selesai paling lambat pada 2030. Pemerintah juga menyiapkan pembangunan dan revitalisasi rumah sakit umum daerah (RSUD).

Sebanyak 441 RSUD akan diperkuat agar seluruh kabupaten dan kota memiliki fasilitas rujukan dengan pelayanan kesehatan yang lebih lengkap.

"Target pemerintah secepat-cepatnya untuk bisa memperbaiki seluruh Puskesmas, memperbaiki RSUD-RSUD kita dengan harapan memperpendek, baik jarak maupun waktu terhadap pelayanan kesehatan kepada rakyat kita yang di tempat yang paling jauh," ujar Prasetyo.

Prasetyo menjelaskan gagasan dokter terbang bukan konsep yang sepenuhnya baru. Sejumlah negara telah menerapkan unit reaksi cepat kesehatan berbasis helikopter untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses.

"Itu untuk melakukan penanganan dengan jauh lebih cepat khusus di daerah-daerah yang terpencil. Tidak juga kemudian seluruh desa atau seluruh kelurahannya kemudian ada moda transportasi udaranya kan tidak selalu seperti itu," katanya.

Sementara itu, pemerintah telah membangun 66 rumah sakit di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar. Dari jumlah tersebut, 22 rumah sakit disebut telah beroperasi.

Prasetyo meminta masyarakat tidak membandingkan program kesehatan mana yang lebih dahulu dijalankan. Menurutnya, pemerintah berupaya mengerjakan seluruh agenda sesuai kemampuan dan kebutuhan di lapangan.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prabowo Ungkap Indonesia Kekurangan 268 Ribu Dokter, Daerah Timur Paling Banyak Membutuhkan
Prabowo: Negara Harus Hadir untuk Rakyat di Daerah Terpencil
Bobby Nasution Percepat Program Puskesmas Rawat Inap usai Ibu Hamil Ditandu 30 Kilometer di Tapsel
Guru di Pulau Terpencil Sampaikan Keluhan, Bobby Nasution Janji Perbaikan Sekolah dan Tunjangan Dacil 2026
Potensi 5G untuk Mengatasi Keterbatasan Internet di Daerah Terpencil Indonesia
Pulau Tabuan Kini Terhubung Internet Satelit, SMKN 1 Siap Majukan Pembelajaran Daring
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru